Posts Tagged ‘book’

The Girls of Riyadh

Posted: May 24, 2008 in book
Tags: ,

Judul : The Girls of Riyadh

Penulis : Rajaa Alsanea

Penerbit : Ramala Books (PT. Cahya Insan Suci)

Penerjemah : Syahid Widi Nugroho (hak terjemah: Ufuk Publishing House)

Tebal : 406 halaman

Tahun Terbit : 2005

Kalau kutahu cinta itu berbahaya sekali, aku tidak akan mencinta

Kalau kutahu laut itu dalam sekali, aku tidak akan melaut

Kalu kutahu akhir semua kisah, tak kan mungkin kumulai merajutnya

–Nizar Qubany

(The Girls of Riyadh halaman 393)

Salah satu buku International Best Seller ini memiliki nilai tambah dalam memikat hati sang pembaca dengan label “DILARANG BEREDAR DI SAUDI ARABIA, KISAH NYATA”. Novel ini merupakan karya perdana Rajaa Al Sanea yang langsung menjadi buah bibir di berbagai forum internet dunia.

Versi asli buku ini diluncurkan dalam bahasa Arab pada tahun 2005, dan secepatnya dilarang beredar di Saudi Arabia karena isinya yang menghebohkan. Keberanian buku ini berlanjut bak nyala api di seantero pasar gelap Saudi dan menggemparkan hingga ke belahan Timur Tengah lainnya. Hingga kini, hak terjemah atas buku ini telah terjual ke lebih 25 negara.

Setiap minggu –setelah salat Jumat– seorang tak dikenal menirimnya email bersambung kepada para wanita yang melakukan chatting di sebuah grup online di Saudi Arabia. Terdapat lima puluh email dalam setahun. Isinya menghebohkan, kisah nyata kehidupan empat gadis Riyadh : Qamrah, Michelle, Shedim, dan Lumeis.

Akibatnya, masyarakat luas menjadi demam email dan selalu menunggu-nunggu untuk mendapatkan informasi baru. Surat-surat dunia maya ini menimbulkan pemikiran reformatif dan cetusan-cetusan revolusioner di banyak lapisan masyarakat. Surat-surat ini menjadi lahan subur bagi spekulasi, perdebatan, dan berbagai pembicaraan lepas.

Pembaca disarankan mempelajari kebudayaan Saudi Arabia agar bisa lebih memaknai kata “menghebohkan” pada buku ini –meskipun buku ini memberikan gambaran umum tradisi di Saudi. Karena bagi masyarakat demokratis seperti Indonesia, hal semacam ini sangat sering dan wajar terjadi. Hingga tidak ada sesuatu yang istimewa kecuali nilai budaya yang membatasi bagaimana seharusnya cinta sepasang insan manusia disikapi secara lebih dewasa.

5 cm

Posted: May 18, 2008 in book
Tags: , , ,

5 cm

Judul : 5 cm

Penulis : Donny Dhirgantono

Penerbit : PT. Grasindo

Tahun Terbit : Mei 2005

Tebal : x + 381 halaman

Entah apa maksud dari sampul buku ini yang hitam, dengan hanya sedikit putih yang tergores, “5 cm” juga terukir nama “Donny Dhirgantono” di bawahnya. “Don’t judge the book with the cover!”, itulah kalimat yan tepat menggambarkan isi buku ini dibalik kesederhanaan covernya.

Power Rangger”, begitu mereka pantas disebut. Lima orang insan manusia yang saling memiliki ikatan batin yakni : Arial, Riani, Zafran, Ian, dan sang leader Genta. Mereka memiliki keunikan masing-masing hingga mereka menganggap perbedaan sebagai kekayaan mereka. Genta yang berjiwa pemimpin, Ian yang berbadan bengkak dan senang menghibur, Zafran sang penyair, Riani yang memiliki karisma tinggi, dan Arial yang berbadan atletis sang penenang.

Kegemaran mereka berlima adalah mengeksekusi hal-hal yang tidak mungkin dan mencoba segala hal, mulai dari cafe paling terkenal di Jakarta, sampai nonton layar tancap. Semuanya penggemar film, dari film Hollywood sampai film yang enggak berkelas –kecuali film India karena mereka punya prinsip bahwa semua persoalan di dunia atau masalah pasti ada jalan keluarnya, tapi bukan dalam bentuk joget.

Suatu saat, karena terdorong oleh rasa bosan di antara satu dan yang lain, mereka memutuskan untuk tidak saling berkominikasi dan bertemu satu sama lain selama tiga bulan. Selama tiga bulan berpisah itulah telah terjadi banyak hal yang membuat hati mereka lebih kaya dari sebelumnya.

Pertemuan setelah tiga bulan yang penuh dengan rasa kangen akhirnya terjadi dan dirayakan dengan sebuah perjalanan. Sebuah perjalanan yang penuh dengan keyakinan, mimpi, cita-cita, dan cinta. Sebuah perjalanan yang telah mengubah mereka menjadi manusia seutuhnya, bukan Cuma seonggok daging yang bisa berbicara, berjalan, dan punya nama.

Novel ini mengemas semangat nasionalisme dan patriotisme yang disampaikan menarik dengan bahasa yang mudah dimengerti (cocok untuk anak muda). Semangat pun bisa mudah terbakar ketika menyelami buku ini. Selain itu, misteri tentang perasaan cinta pun tak lupa menambah manis kisah ini. Hingga “mencintai tidak berarti harus memiliki” ditegaskan dalam kisahnya. Untuk para pembaca yang kurang tertarik pada musik atau tidak mengikuti perkembangan film, agaknya sulit memahami lirik dan potongan plot film tertentu yang ikut menghiasi novel ini.

“Setiap kamu punya mimpi atau keinginan atau cita-cita, kamu taruh di sini, di depan kening kamu… jangan menempel. Biarkan dia menggantung… mengambang… 5 centimeter… di depan kamu… jadi dia ngak akan pernah lepas dari mata kamu…”

ppc tampilan baru (2008)

Penulis                : Habiburrahman El Shirazy

Penerbit              : Penerbit Republika

Tebal                  : viii + 111 halaman

Tahun Terbit      : 2007

 

Setelah suksenya novel “Ayat-ayat Cinta” dan ditayangkan dalam Film layar lebar dengan judul sama, banyak pembaca yang penasaran pada karya Kang Abik lainnya. Salah satunya adalah “Pudarnya Pesona Cleopatra”. Buku yang membuat motivasi Kang Abik untuk menulis “Ayat-ayat Cinta” ini terdiri dari dua novel mini yaitu, “Pudarnya pesona Cleopatra” dan “Setetes Embun Cinta Niyala”.

Novel mini “Pudarnya Pesona Cleopatra” menceritakan seorang suami yang mendambakan istri yang secantik Cleopatra, walaupun dia sudah memiliki istri yang cantik menurut banyak orang namun tidak menurut dia.

Namanya Raihana, istri soleh dan setia. Istri yang cantik, walau tak bisa melebihi pesona Cleopatra, istri yang sabar dengan sikapnya yang dingin, yang terpaksa menikahi Raihana karena tak kuasa menolak perintah ibunya.

Waktu begitu cepat berganti, akhirnya rasa cinta itu muncul dalam hatinya yang tulus. Namun sayang, ketika rasa itu datang memuncak, kenyataan tak bisa dielakan, dan penyesalanpun ikut mencuat. Raihana telah tiada bersama anak dalam kandungannya!

Novel mini kedua “Setetes Embun Cinta Niyala”, menceritakan kegalauan Niyala antara Ayah dan dirinya. Permintaan ayah untuk menikah bersama Roger, manusia yang dianggapnya serigala, agar hutangnya kepada Pak Haji Cosmas (ayah Roger) lunas. Niyala merasa lebih hina dibandingkan dengan para pelacur. Kedok pernikahan untuk menyerahkan jiwa raganya pada Roger agar hutang ayahnya untuk pengobatan ibu yang telah tiada beberapa belas tahun yang lalu terbayar.

Di hari itu keadaan berubah ketika Faiq, kakak angkatnya menyatakan cinta pada Niyala di depan Umi Faiq, Ayah Niyala dan Herman (kakak kandung Niyala). Bunga pun bermekaran, hasrat cinta tumbuh menghapus kegalauan Niyala. Dan di malam sebelum hari wisudanya sebagai dokter, Niyala dan Faiq menjalin hubungan cinta dengan ridra Allah dan kebahagiaan yang berlipat-lipat.

Buku ini mengemas dua novel dengan ending yang berbeda. Walaupun happy ending di akhir novel ini begitu hebat, namun tetap saja suasana sedih membekas dari novel mini sebelumnya, “Pudarnya pesona Cleopatra”. Alur cerita yang pendek menjadikan cerita ini mudah dipahami dan dinikmati, dalam waktu singkat pembaca dapat merasakan desir angin haru ataupun penyesalan dari novel ini.

Jangan menilai buku dari sampulnya, dan jangan pula menilai wanita hanya dari kecantikannya. Karena sesungguhnya kecantikan batin lebih berharga dari kecantikan lahiriah yang terkadang menipu.

Ketika Cinta Bertasbih

Posted: April 5, 2008 in book
Tags: ,

Ketika Cinta Bertasbih episode 1 dan 2

 Penulis                : Habiburrahman El Shirazy

Penerbit              : Penerbit Republika

Tebal                   : Episode 1 : 477 halaman

                              Episode 2 : 412 halaman

Tahun Terbit        : 2007

Setelah sukses dengan karya fenomenal “Ayat-ayat Cinta” (2004), Kang Abik – nama akrab Habiburrahman El Shirazy – meluncurkan novel-novel lain yang bernuansa sama, yaitu cinta yang islami. Adalah “Ketika Cinta Bertasbih” karya yang tak kalah fantastis. Novel ini terdiri dari 2 episode, yaitu episode 1 yang bersetting tempat di Mesir dan episode lain dengan setting tempat di Indonesia.

Khairul Azzam namananya, tokoh utama dalam novel “Ketika Cinta Bertasbih” ini adalah seorang mahasiswa Al-Azhar University berkebangsaan Indonesia. Sudah 9 tahun lamanya menetap di bumi para nabi, namun dia belum juga menyelesaikan S1-nya.

Sebenarnya dalam waktu 4 tahun atau 3 tahun sekalipun, Azzam bisa lulus dan pulang ke tanah air. Satu alasan yang melumpuhkan idealismenya adalah karena dia ingin menghidupi keluarganya di Indonesia. Setelah ayahnya meninggal tepat satu tahun dirinya meninggalkan tanah air, Azzam menjadi tulang pungggung keluarga. Dengan keahliannya membuat tempe dan bakso, Azzam kuliah sambil berbisnis (atau berbisnis sambil kuliah). Dia sengaja menunda masa kelulusannya agar izin tinggalnya di Mesir bisa dia manfaatkan demi menghidupi Ibu dan 3 orang adiknya di tanah air.

Adalah Anna Althafunnisa, gadis cerdas yang sedang melanjutkan S2 di Cairo University, pujaan Azzam. Dia pernah mencoba melamarnya, namun lamaran itu ditolak oleh walinya di mesir karena telah dilamar terlebih dahulu oleh sahabat dekatnya, Furqon. Dia hanya bisa pasrah kepada Allah. Dia sadar akan dirinya yang belum juga lulus S1, dibanding temannya Furqon yang sekarang tengah menyelesaikan S2.

Setelah sembilan tahun di Mesir, Azzam pulang ke Indonesia dengan menyandang gelar Lc. di belakang namanya. Ibu Nafisah,ibunda Azzam.  Ayatul Husna, asisten dosen psikologi di UNS yang mengisi rubrik psikologi remaja di Radio JPMI Solo juga penulis berprestasi. Lia Humaira, jebolan D3 PGSD yang sekarang mengajar di SDIT All-Kautsar juga mahasiswa S1 STAIN Surakarta. Serta Sarah kecil yang sekarang sekolah di Pesantren Al-Qur’an. Mereka bahagia menyambut kedatangan kakaknya, kakak yang telah membesarkan mereka hingga perpendidikan tinggi, mengorbankan studi demi Ibu dan adik-adiknya.

Jodoh memang ditangan Allah. Itulah salah satu mutiara hikmah yang dapat diambil dari novel ini. Apa yang kita pandang benar, belum tentu Allah berkata sama. Manusia hanya bisa merencanakan dan berikhtiar sekuat tenaga, namun Allah-lah yang menentukan semuanya. Anna Althafunnisa boleh jadi dilamar dan menikah dengan Furqon, namun Azzam lah yang terbaik untuk Anna.

Novel yang sarat akan hikmah. Hikmah tentang pencarian jodoh dan ikhtiar, juga hikmah dalam berbisnis yang Rasulullah contohkan dalam riwayatnya. Berbeda dengan novel adikarya “Ayat-ayat Cinta”, dalam novel ini Kang Abik memakai sudut pandang sebagai orang di luar cerita, membuat alur semakin panjang. Ada kalanya bosan, namun bosan itu hilang setelah emosi pembaca dipermainkan. Belum puas dengan rasa bangga dan haru, rasa sedih datang memaksa pembaca menghapus tetesan air mata yang tak sadar keluar. Setelah membaca novel ini, pembaca akan berkata lirih dalam hati, “Ya Allah pertemukanlah aku dengan jodoh pilihan-Mu!”.

Ayat-ayat Cinta

Posted: January 27, 2008 in book
Tags: ,

ayat-ayat cinta

Title                 : Ayat-ayat Cinta

Author             : Habiburrahman El Shirazy

Publisher         : Republika

Thick Book       : 419 pages

 

This book has about 400 pages which full of words and only has two colour, black and white. But, this words integrate become a beautiful sentences, and paragraph that full of sense then has many colour from different situation. Made everyone who read this book couldn’t stop his tears and enter to situation that told this book.

Novel which tell a true Indonesian muslim who study in Egypt, his name is Fahri. He is a true muslim and has real vision about his future. He always protect his self from desire that “approach” a girl who not muhrim1.

From this attitude, Fahri got a pious girl and she become his wife. Their life after married is full of happiness. This is a reply for this attitude. But, their love and taqwa2 are tested by Allah. In this part, their offering and struggle of love made this story full of sense.

This novel is a wonderful writing work that full of Islam nuanced and near to propagation. Propagation which give slow but sure and kind. Slow but sure can go to heart and conquer the reader.

This novel give “the really future” for everyone who obedient to Allah’s commandments. Has a persuasive power, tease the reader become a religious person. Not more than enough if this book call as “conquer book”. Conquer the hard of heart from power of Allah.

One thing that hated from this book is a unhappy ending. Made the reader amuse his self from sad that impress deeply. But behind it, found one thing that become lesson for us and wisdom about peaceful life a religious person who is obedient to Allah’s commandments.

The Movie

This book also adapted to a movie that show at middle of February 2008. This a trailer : 

1) person who have different gender which not a family or distant relative.

2) attitude that obedient to Allah’s commandments.