Archive for the ‘social’ Category

How old are you? Sixteen, seventeen, eighteen, or….! Are you enjoy with your age, with your life? It’s a big question for me and maybe for you too.

Sometimes, I want to be child again. They playing, shout each other, and do something new everywhere, everyday with happily. In their mind, they just think about they self without problem and pressure from anywhere. Their face always look bright with wide laugh that make everyone love them.

this my litle brother, he is cute, everyone love him

picture : this my little brother, he is cute, everyone love him 

When the age increase, a wish is more increase too and when that wish exceeded of capability, so problem is grow. And now the question is, “Who wants a problem?”.

Almost people didn’t wants have a problem. They want all of their wish can real. But a problem is a consequently from what we do. If we wants freedom from a problem, so don’t do anything, don’t go to school, don’t work, don’t eat, don’t drink, and …. Don’t life! Once again a question for us, “Who wants die?”.

Is really difficult option between “get a problem” and “die”, but if we see more careful, “get a problem” is receive a life, and reject it is want to be die. This life not really life without problems. Therefore, don’t be down if you get a problem, because it can help you to better life.

Advertisements

Recount

Friday, 21 December 2007

Some days a go, i was entered to post office. My father had me to bought some stamp. That post office is big and satisfied standard of good for post office. But, one think that I want to criticate from this post office. Lets read this text.

About 9 o’clock a.m. post office was full with people. They wanted to sent a message, bought a stamp, sent a money et cetera. I entered to that post office with hastily, because I had a meeting with my friend in the school.

Purpose of me came here was bought some stamp. I hurry to one box office and waited in the back someone that gave message to the officer. I saw many people in this box office, but they not made a line for waited his turn. They spread surrounded this officer.

make a line, please
picture : many people in post office, didn’t make a line for get their turn

 

As a result when came my turn for got serviced, a woman beside me surpassed of me. She gave message to the officer. In this moment I was still calm. After she finished, the man beside me was doing something as the woman done. Huff, I was began disappointed. Finally, I got last turn.

From this my experience, I can get conclusion that Indonesian people not respect yet of each other. They still with they self, although they wrong. I think it will be our bad habit. Therefore, change it now!

Saya sering membaca ataupun mendengar suatu kalimat yang berbunyi, “Peraturan ada untuk dilanggar!”. Hal itu terdengar menggelikan sekaligus membuat saya terheran-heran,. Apa sebenarnya maksud kalimat tadi?

Saya bertanya-tanya terhadap kalimat tersebut. Membacanya berulang kali hingga kulit antara dua alis ini mengkerut. Sampai saya menangkap ide yang melintas tepat di hadapan saya. Dan dengan cepat saya menangkap ide itu, dan merangkaikannya. Akhirnya saya membagi permasalahan ini dari dua sudut pandang.

Pertama adalah sudut pandang positif. Kalimat “Peraturan ada untuk dilanggar!” menggambarkan sifat dari sesuatu yang sudah lama kita kenal dengan “aturan”. Dalam hal ini, aturan digambarkan sebagai sesuatu yang memaksa, dan membatasi hak setiap individu. Kata “memaksa” ini adalah salah satu kata yang paling dibenci setiap manusia. Mereka ingin hidup tanda tekanan, mereka ingin berkreasi, berimajinasi sampai mencapai batas kepuasan, walapun kepuasan ini tidak pernah ada dalam diri manusia.

Watak yang tak pernah puas ini yang membuat manusia untuk melanggar peraturan sebagaimana kalimat yang kita bahas ini. Watak tersebut jika disalurkan pada hal-hal yang positif, itu sangat baik, tapi jika pada hal yang negatif? Sayangnya lagi, “positif” dan “negatif” disini mengandung pemahaman yang semu dari setiap orang. Untuk itulah, jika dimaknai secara mendalam kalimat “Peraturan ada untuk dilanggar!” mengantarkan kita pada sifat dari aturan itu sendiri yang amat penting bagi kehidupan bermasyarakat.

Kedua, dari sudut pandang yang bertolak belakang. Kalimat tersebut dapat memberikan sugesti bahwa kita mesti melanggar aturan. Nyata hal ini seolah melegalkan kita untuk melanggar aturan. Lebih mudah dimengerti  daripada perspektif pertama tadi, bukan?

Hal itu tidak menjadikan kehidupan yang sadar hukum, melainkan kehidupan yang tanpa batas dengan mengatasnamakan “kebebasan” dan mengantarkan pada kekacauan sosial. Oleh karena itu salin kembali kalimat tersebut dengan, “Peraturan ada untuk ditaati!”.

Menurut saya, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pemimpinnya. Suatu bangsa akan carut-marut dan terombang-ambing jika orang-orangnya masih tetap mempertahankan keegoannya hanya demi kepentingan pribadi atau kelompok.

Hendaknya kita harus mencermati kembali arti sebuah perbedaan, arti keberagaman. Perbedaan atau keberagaman janganlah dijadikan kambing hitam yang berakibat pada tindak anarkis. Keberagaman budaya, agama, status sosial ataupun perbedaan pendapat merupakan sebuah kekayaan bangsa yang bila di-manage secara baik berdampak baik pula bagi bangsa itu.

Saya menilai bangsa Indonesia masih belum bisa menghargai pemimpinnya. Dalam genggaman seorang pemimpin, keberagaman disatukan melalui sebuah kebijakan yang tentunya harus diakui sebagai keputusan bersama. Adapun bila suatu kebijakan tersebut melenceng dari yang seharusnya, hendaklah dikoreksi secara benar.

Dasar penilaian saya ini adalah sebuat pertandingan. Pertandingan yang ternilai the most favourite di negeri kita, yaitu sepak bola. Dua puluh dua pemain yang terdiri dari dua grup berbeda bermain dalam pertandingan yang dipimpin oleh seorang wasit. Dalam hal ini, wasitlah pemimpin yang menentukan kelancaran jalannya pertandingan. Saya membaca di sebuah artikel harian umum, yang berjudul “Wasit Agus Dikeroyok Pemain Persipura”. Inilah refleksi dari jati diri bangsa, bangsa yang tidak menghargai bahkan menganiaya pemimpinnya sendiri.

Akankah bangsa kita terus-terusan seperti ini? Apabila bangsa kita ingin maju meyongsong masa depan yang gemilang, maka jawabannya adalah “Tidak!!!”.

Hai kawand….

lama tak jumpa yaph

meskipun bsk ulum, gw tetep nyempetin diri bwat On-Line, heuheu! Di saat gw nge-huleng alias ngelamun, gw jadi terinspirasi bwat milih-milih foto yang keren-keren dari loe (CAU crew). And…. it’s :

Di posisi pertama gw pilih nie foto. Why??? Mungkin loe punya jawaban sendiri. Heuheu,,yaph bener banget, ini foto yang most wanted banget! Gw ambil nie foto waktu Nobi berekspresi, so gw kasih judul : Expresion

expresion

Next,, posisi kedua dimbil sama band lokalnya CAU Crew, but sorry gw g tau nama bandnya, heuheu peace ah. Kali ini gw ambil gambarnie di Situ Patenggang and knapa gw simpen di urutan ke dua, coz foto nie didukung sama background yang natural and wonderful banget blum lagi expresi personilnya yang keren. Foto nie gw kasih judul : Mecari Inspirasi

Mencari Inspirasi

Ok,, gmana fotonya? Kerenz tak?? Sapa dulu donk, fotografernya! Heuheu, narsis dikit ah! Yaph, langsung az posisi ke tiga di rebut sama sepasang co ce yang g sengaja nampakin kemesraannya, heuehu, ato mungkin,, emang disengaja kale! Foto ini diambil waktu buka bareng 1428H kmaren, and gw namain Kemesraan diantara Keceriaan

Kemesraan diantara keceriaan

Tempat ke empat direbut sama foto keren satu ini! Ini diambil di situ patenggang, tepatnya di batu cinta! Gw kasih judul Wonderful Sign, sesuai dengan apa yang gw rasa dari aura foto nie (cieee…….)

Wonderful sign

Tempat kelima diisi sama foto yang gokil banget, heuheu,,, gw kasih judul I Know You Like Me, heueheu homring nieh…

I kwow U like me

Dah puas ketawanya?? Next, kali ini Adita ato yang lebih kita kenal Deden nampakin expresi yang boleh dibilang keren dech, makanya gw kasih judul Kosong

Kosong

Hufff,,, cape juga nieh! Lanjut ah! tempat selanjutnya diisi sama temen-temen qta yang sibuk nyari jawaban, langsung gw namain aja Found The True Answer

Found The True Answer

And the last is Big Baby, heuehue Diana and Cici berpose nieh

Big Baby

Ok Guys,,, itu dia foto-foto keren saat ini. Loe bisa download foto nie, and up to you dech! And jangan lupa kasih commentnya yaph! Thanks…

Macet!!!

Posted: October 31, 2007 in social
Tags:

Rasanya setiap orang akan merasa kesal, jengkel, dan lelah bila menghadapi kemacetan. Semuanya akan jauh dari apa yang diharapkan begitu mengalami hal semacam ini.

Kemacetan sepertinya sudah menjadi prasyarat sebuah kota besar di Indonesia. Di setiap sudut jalan pasti kita sering banget menemukan fenomena sosial semacam ini. Entah itu di pusat perbelanjaan, terminal, persimpangan jalan, atau di depan sekolah kita sendiri. Masalah ini benar-benar mengganggu aktifitas kita.

Jumlah kendaraan yang ga sebanding dengan kapasitas tampung jalan, belum lagi luas jalan yang dipersempit oleh pedagang kaki lima, dan kurang dipatuhinya rambu-rambu lalu lintas, itu semua mempunyai sumbangan berharga untuk kemacetan lalulintas. Masalah seperti ini bakalan menjadi lebih ruwet lagi kalau dibiarkan.

Jalan terbaik untuk masalah ini adalah transportasi umum yang layak, nyaman, dan pastinya murah sesuai dengan kocek kita. Bukan angkutan yang seperti oven dengan penumpang yang berdesak-desakan, ditambah lagi sering ngetem. Belum puas dengan semua derita di dalamnya, lingkungan dan masyarakat lain pun terkena imbasnya oleh gas karbon monoksida yang mengikat oksigen yang akan kita hirup, mencekik kita, serta mengotori pembuluh darah. Dengan semua keadaan ini , masyarakat termasuk kita lebih memilih kendaraan pribadi yang jelas-jelas lebih baik dari itu.

Kalau kita lihat ke negara lain, fasilitas umum sangat diperhatikan apalagi untuk anak sekolah seperti kita. Singapura contohnya, negara kecil yang berkekuatan besar ini transportasi umumnya keren banget, nyaman dan membuat enjoy masyarakatnya. Itu sebabnya, jarang kendaraan pribadi yang nyelonong di jalanan. Hal ini bakalan lebih jauh lagi kalau kita lihat negara-negara maju, seperti Inggris yang membuat persyaratan yang berat banget untuk kendaraan pribadi, apalagi motor! Kenapa motor? Apa kita belum cukup puas melihat kendaraan roda dua ini mengacaukan jalanan.

Entah hambatan apa yang mengganjal pemerintah untuk mengatasi masalah ini! Mereka seharusnya lebih menghargai kita, tunas bangsa yang akan mengisi vacuum of power (kekosongan kekuasaan) nanti. Yang terpenting adalah menegakan hukum yang sudah ada serta benahi fasilitas!

Dan untuk kita, alangkah lebih baiknya kalau kita memakai angkot, bus, atau angkutan umum lain untuk pergi ke sekolah, mal, pasar, daripada motor atau mobil yang jelas-jelas menandakan keikutsertaan kita memacetkan jalanan. “Mulai dari diri sendiri!”, kata Aa Gym. Don’t say give up to change the condition!

Be Careful, Ada Aliran Sesat!

Posted: October 31, 2007 in social
Tags:

Akhir-akhir ini banyak sekali kasus-kasus tentang penistaan agama –Islam-  yang terungkap. Sudah banyak korbannya, tidak hanya satu atau dua orang tetapi sudah ratusan bahkan ribuan orang. Rata-rata korbannya mahasiswa.

Mengerikan sekali, mahasiswa yang notabene merupakan kaum terpelajar bisa terjerumus kedalam aliran sesat semacam itu. Sesuatu yang diluar logika!! Manamungkin ada rasul setelah Nabi Muhammad SAW? Manamungkin ada malaikat Jibril berjasad manusia? Apakah semua yang tetulis dalam Al-Qur’an dan Hadist belum cukup membuktikan kesesatan ajaran mereka.

Sepertinya pondasi iman yang belum sempurna menyebabkan seseorang berbelok hatinya, terhenti logikanya, dan akhirnya terjerumus jauh ke dalam kesesatan. Tak tau mana jalan yang harus dilalui, semuanya terlihat gelap, yang terlihat hanyalah satu jalan suram dengan fatamorgana doktrin-doktrin halus yang menjalar seperti akar, perlahan tetapi pasti mengendalikan logika, hati, indra, dan habis sudah kuasanya untuk mengendalikan dirinya sendiri. Semuanya berjalan perlahan, halus, lembut, dan dengan pasti racun tersebut menjalar seiring aliran darah. Apa daya?

Hendaknya kita bersikap lebih selektif lagi dengan keadaan semacam ini! Perlunya filter untuk memilah mana yang baik dan mana yang benar tentunya dengan dasar yan kuat. Mulai sekarang be careful dan prepare diri kita dengan pondasi iman yang kuat.*