Archive for the ‘social’ Category

Adalah kebanggaan, pada tanggal 17 Agustus 1945 bangsa kita telah memproklamasikan kemerdekaannya. Sebuah akibat dari pengorbanan yang luar biasa atas perjuangan bangsa merebut kemerdekaan dari tangan penjajah dan juga sebuah sebab hingga sampai saat ini bangsa kita terus berjuang mengisi kemerdekaan. Enam puluh tiga tahun sudah kita mengisi kemerdekaan, namun apa benar kita sudah merdeka? Ketergantungan kita pada kekuatan asing sesungguhnya menandakan ketidak mandirian kita dan masih berlangsungnya penjajahan di negeri tercinta ini.

Adakah perbedaan keadaan bangsa kita sebelum dan sesudah proklamasi? Pinjaman dari IMF dan World Bank sesungguhnya telah menjerumuskan kita pada lilitan hutang yang tiada henti, sekaligus menambah malnutrisi serta memperluas kesengsaraan. Harga minyak yang melonjak tajam membuat antrian panjang “manusia berjerigen” di berbagai tempat. Angka kemiskinan masih bertengger di papan atas klasemen permasalahan bangsa. Lalu, adakah perbedaan? Tidak lebih dari perbedaan format belaka, yang asalnya penjajahan secara fisik dan militer menjadi penjajahan kontrol jarak jauh secara ekonomi.

Inilah pengulangan sejarah bagi bangsa yang gagal belajar darinya. Sampai tahun 2036, Exxon Mobil akan mengendalikan pengoprasian Blok Cepu. Freeport akan terus menguras kekayaan alam Indonesia di Papua hingga 2041. Penjajahan akan sumber daya alam yang luar biasa, lebih dari apa yang dilakukan VOC! Dalam sebuah bukunya Amien Rais mengatakan bahwa muatan laut Indonesia sebesar 46,8% dikuasai oleh kapal asing, lebih dari 50% perbankan nasional dikuasai asing, telekomunikasi dikendalikan asing (Indosat dimiliki Temasek Singapura, 35% sahan Telkom, dan 98% saham XL juga milik asing), tak lupa Satelit Palapa (pulau milik Indonesia di angkasa) sudah jatuh ke tangan Temasek Singapura. Inilah bentuk penjajahan masa kini yang terprogram untuk menyengsarakan rakyat.

Semua ini tidak akan terjadi bila kita mempunyai kekuatan hukum untuk menjadi bangsa yang “merdeka”. Namun tidak demikian, seperti yang dikatakan oleh Revrisond Baswir bahwa banyak Undang-undang di negara kita merupakan pesanan kartel neokolonial. Undang-undang No. 25/2007 tentang penanaman modal, Peraturan Pemerintah No.76/2007, serta Peraturan Pemerintah No. 77/2007 yang menyebutkan batas kepemilikan modal asing mencapai 95%, seolah mempromosikan “Indonesia for Sale” di mata dunia. Dan lagi-lagi Amien Rais menyebutkan bahwa pemerintah telah membuatkan jalan tol nan mulus bagi korporasi-korporasi asing untuk menguasai perekonomian Indonesia.

Indonesia masih belum bisa mandiri mengurus keperluannya, kekuatan asing begitu kental dalam menentukan nasib bangsa, hingga Undang-undang pun bisa didikte oleh kehendak asing. Inikah Indonesia yang merdeka? Tidak! Ini adalah Indonesia yang masih terjajah bukan karena kekuatan fisik dan militer, namun oleh kontrol yang menjadikan Indonesia kehilangan kedaulatannya secara ekonomi, hukum, sosial, politik. Terasalah apa yang pernah dikatakan Bung Karno: “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”.

**Kado untuk Hari Ulang Tahun Indonesia yang ke-63**

Perjuangan Bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan merupakan perjalanan panjang yang penuh pengorbanan. Sejarah telah mencatat dengan tinta emas berdirinya organisasi kebangsaan Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 merupakan tonggak kebangkitan bangsa Indonesia dalam memperoleh kemerdekaan. Salah satu puncak pergerakan nasional ini adalah diikrarkannya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 yang menjunjung tinggi semangat persatuan. Dengan rasa senasib dan sepenanggungan inilah, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 memberikan adicita perjuangan bangsa yang telah diperjuangkan berabad-abad lamanya.

Gerakan Pramuka pun tidak lepas dari perjuangan bangsa untuk memperoleh kemerdekaan. Terbukti pada masa pergerakan nasional, Boedi Oetomo mendirikan “Nationale Padvinderij”, Syarikat Islam mendirikan “Syarikat Islam Afdeling Padvinderij”, Nationale Islamietishe Padvinderij (NATIPIJ) didirikan oleh Jong Islamieten Bond (JIB) dan Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie (INPO) didirikan oleh Pemuda Indonesia. Begitu pun dengan Peristiwa sumpah pemuda yang menjadikan peran Gerakan Kepanduan pada waktu itu tidak bisa dipandang sebelah mata karena semangat Nasionalismenya yang ikut mendorong akan tercapainya Kemerdekaan Indonesia.

Gerakan Pramuka telah menyimpan dengan cara tersendiri catatan sejarah ini. Perjalanan panjang perjuangan Bangsa Indonesia tersebut menjadi kiasan dasar dalam Gerakan Pramuka. Hal ini dapat kita telusuri dari nama golongan dalam jenjang pendidikannya.

Golongan Siaga merupakan wadah pembinaan bagi anak berusia 7 – 10 tahun, merupakan kiasan dari masa menyiagakan masyarakat dalam menghadapi pemerintah kolonial Belanda untuk merintis kemerdekaan yang ditandai dengan Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908. Siaga juga memiliki maksud bersegera untuk memulai dengan pembangunan yang membutuhkan bantuan kesadaran yang tinggi dan penataan yang baik. Oleh sebab itu, golongan ini memiliki tiga tingkatan yaitu : Siaga Mula, Siaga Bantu, dan Siaga Tata.

Golongan selanjutnya, yaitu Penggalang yang anggotanya anak berusia 11 – 15 tahun, diambil dari masa untuk menggalang persatuan dan kesatuan pemuda yang ditandai dengan Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Tingkatan yang ada pun sejalan dengan sejarah perjuangan bangsa untuk mencari ramuan atau bahan-bahan kemudian dirakit atau disusun dan akhirnya dapat diterapkan dalam pembangunan bangsa dan negara. Itulah sebabnya golongan ini memiliki tiga tingkatan, yaitu : Penggalang Ramu, Penggalang Rakit, dan Penggalang Terap.

Seperti halnya Golongan Siaga dan Penggalang, kelanjutan dari dua golongan tersebut adalah golongan Penegak (beranggotakan remaja berusia 16 – 20 tahun) memiliki kiasan dalam menegakan negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Proklamasi, 17 Agustus 1945. Diperlukannya bantara-bantara atau kader pembangunan yang kuat, baik, terampil dan mermoral yang sanggup melaksanakan pembangunan menjadikan Golongan Penegak ini memiliki dua tingkatan yaitu: Penegak Bantara dan Penegak Laksana.

Pendidikan Gerakan Kepanduan adalah pendidikan yang berkelanjutan, tidak bisa berhenti sampai titik tertentu, seperti halnya perjuangan Bangsa Indonesia yang terus-menerus. Bangsa  Indonesia tidak pernah puas terhadap kemerdekaan yang telah diraih karena esensi dari kemerdekaan itu adalah awal dari perjuangan untuk membangun bangsa. Masa ini disebut masa memandegani atau mengelola pembangunan dan mengisinya yang selanjutnya dikiaskan dalam Golongan Pandega (beranggotakan pemuda berusia 21 – 25 tahun).

Buah dari semua jenjang pendidikan Gerakan Pramuka ini diharapkan dapat melahirkan manusia Indonesia yang dapat membina bangsa dan negara serta dapat menjadi pemimpin yang bisa diandalkan.

Kiasan dasar ini menjadi bukti bahwa Gerakan Pramuka yang lahir dan mengakar di bumi nusantara merupakan bagian terpadu dari gerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia dalam membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, Gerakan Pramuka mempunyai andil yang tidak ternilai dalam sejarah perjuangan bangsa. Jiwa kesatria yang patriotik telah mengantarkan para pandu ke medan juang bahu-membahu dengan para pemuda untuk mewujudkan adicita rakyat Indonesia dalam menegakan dan memandegani Negara Kesatuan Republik Indonesia selama-lamanya.

Masih ingatkah Anda momen besar apa yang baru saja diperingati Bangsa Indonesia? Ya benar, Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas)! Momen ini semakin besar karena tepat pada tahun ini kebangkitan nasional berusia 100 tahun. Harkitnas harus kita maknai sebagai bangkitnya persatuan, kesatuan dan nasionalisme untuk kemajuan bangsa dan negara.

Kebangkitan nasional adalah dampak langsung dari edukasi, salah satu kebijakan dalam politik balas budi (politik etis) Belanda kepada Bangsa Indonesia pada 1901. Dan pada 20 Mei 1908, kaum terpelajar yang diprakarsai oleh Dr. Soetomo, Dr. Cipto Mangunkusumo dan rekan-rekannya membentuk organisasi yang diklaim organisasi kebangsaan pertama di Indonesia, Boedi Oetomo. Organisasi tersebut dinilai memulai babak baru perjuangan bangsa setelah gagal dengan usaha fisik. Itulah sebabnya, tanggal berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei) dijadikan Hari Kebangkitan Nasional.

Namun demikian, ada pendapat yang cukup menghebohkan dari Harkitnas ini. Anda pasti kaget apabila 20 Mei dinilai tidak pantas diperingati sebagai Harkitnas! Itulah pendapat yang dilontarkan sebagian orang.

KH. Firdaus AN, mantan Ketua Majelis Syuro Syarikat Islam, dalam sebuah bukunya berjudul Syarikat Islam Bukan Budi Utomo: Meluruskan Sejarah Pergerakan Bangsa,  menyebutkan, “BO tidak memiliki andil sedikit pun untuk perjuangan kemerdekan, karena mereka para pegawai negeri yang digaji Belanda untuk mempertahankan penjajahan yang dilakukan tuannya atas Indonesia. Dan BO tidak pula turut serta mengantarkan bangsa ini ke pintu gerbang kemedekaan, karena telah bubar pada tahun 1935. BO adalah organisasi sempit, lokal dan etnis, di mana hanya orang Jawa dan Madura elit yang boleh menjadi anggotanya. Orang Betawi saja tidak boleh menjadi anggotanya. ”. Hal sejenis dikatakan oleh Prof. RE. Elson dalam buku terbarunya, The Idea of Indonesia ,”Boedi Oetomo adalah gerakan budaya, dan anggotanya hanya dari Jawa, maka organisasi tersebut belum menjadi gerakan nasionalis Indonesia.”. Dari sinilah pendapat bahwa Boedi Oetomo mendukung penjajahan Belanda, sama sekali tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka, dan anasionalis terlontar.

Baik KH. Firdaus AN maupun Prof. RE. Elson setuju apabila Syarikat Islam (awalnya bernama Syarikat Dagang Islam, SDI) dijadikan organisasi kebangsaan pertama di Indonesia. Organisasi ini berdiri pada 16 Oktober 1905 atau tiga tahun sebelum Boedi Oetomo. Organisasi ini pula dinilai bersifat nasional untuk seluruh Bangsa Indonesia dan non kooperatif terhadap Belanda, sehingga banyak anggotanya yang didesak masuk penjara, diasingkan, bahkan ditembak mati.

Terlepas dari pendapat tadi, dalam sebuah tulisannya Profesor Adrian Vickers, Pengajar Sejarah Indonesia di University of Sydney, berpendapat bahwa Boedi Oetomo boleh dikatakan organisasi pertama yang mengandung bibit-bibit politik modern dalam konteks di mana ada dasar pembentukan dalam kungkungan Hindia Belanda. Bahkan sudah ada pengakuan bahwa unsur-unsur politik yang radikal sudah ada dalam Boedi Oetomo. Tidak mungkin ada organisasi lain tanpa adanya Boedi Oetomo terlebih dulu.

Nah lho, bagaimana pendapat Anda sekarang? Pasti bingung! Bagaimanapun perdebatan yang terjadi jangan sampai menjadi dilema yang melembekkan semangat kita sebagai kaum muda terpelajar untuk memajukan bangsa dan negara. Sepertinya kita perlu sedikit mengutip perkataan Dedy Mizwar, “…Bangkit berarti mencuri! Mencuri perhatian dunia dengan prestasi!…”.

Dilema Hari Kebangkitan Nasional

Posted: May 21, 2008 in social
Tags:

Masih ingatkah Anda momen besar apa yang baru saja diperingati Bangsa Indonesia? Ya benar, Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas)! Momen ini semakin besar karena tepat pada tahun ini kebangkitan nasional berusia 100 tahun. Harkitnas harus kita maknai sebagai bangkitnya persatuan, kesatuan dan nasionalisme untuk kemajuan bangsa dan negara.

Kebangkitan nasional adalah dampak langsung dari edukasi, salah satu kebijakan dalam politik balas budi (politik etis) Belanda kepada Bangsa Indonesia pada 1901. Dan pada 20 Mei 1908, kaum terpelajar yang diprakarsai oleh Dr. Soetomo, Dr. Cipto Mangunkusumo dan rekan-rekannya membentuk organisasi yang diklaim organisasi kebangsaan pertama di Indonesia, Boedi Oetomo. Organisasi tersebut dinilai memulai babak baru perjuangan bangsa setelah gagal dengan usaha fisik. Itulah sebabnya, tanggal berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei) dijadikan Hari Kebangkitan Nasional.

Namun demikian, ada pendapat yang cukup menghebohkan dari Harkitnas ini. Anda pasti kaget apabila 20 Mei dinilai tidak pantas diperingati sebagai Harkitnas! Itulah pendapat yang dilontarkan sebagian orang.

KH. Firdaus AN, mantan Ketua Majelis Syuro Syarikat Islam, dalam sebuah bukunya berjudul Syarikat Islam Bukan Budi Utomo: Meluruskan Sejarah Pergerakan Bangsa,  menyebutkan, “BO tidak memiliki andil sedikit pun untuk perjuangan kemerdekan, karena mereka para pegawai negeri yang digaji Belanda untuk mempertahankan penjajahan yang dilakukan tuannya atas Indonesia. Dan BO tidak pula turut serta mengantarkan bangsa ini ke pintu gerbang kemedekaan, karena telah bubar pada tahun 1935. BO adalah organisasi sempit, lokal dan etnis, di mana hanya orang Jawa dan Madura elit yang boleh menjadi anggotanya. Orang Betawi saja tidak boleh menjadi anggotanya. ”. Hal sejenis dikatakan oleh Prof. RE. Elson dalam buku terbarunya, The Idea of Indonesia ,”Boedi Oetomo adalah gerakan budaya, dan anggotanya hanya dari Jawa, maka organisasi tersebut belum menjadi gerakan nasionalis Indonesia.”. Dari sinilah pendapat bahwa Boedi Oetomo mendukung penjajahan Belanda, sama sekali tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka, dan anasionalis terlontar.

Baik KH. Firdaus AN maupun Prof. RE. Elson setuju apabila Syarikat Islam (awalnya bernama Syarikat Dagang Islam, SDI) dijadikan organisasi kebangsaan pertama di Indonesia. Organisasi ini berdiri pada 16 Oktober 1905 atau tiga tahun sebelum Boedi Oetomo. Organisasi ini pula dinilai bersifat nasional untuk seluruh Bangsa Indonesia dan non kooperatif terhadap Belanda, sehingga banyak anggotanya yang didesak masuk penjara, diasingkan, bahkan ditembak mati.

Terlepas dari pendapat tadi, Profesor Adrian Vickers, Pengajar Sejarah Indonesia di University of Sydney, berpendapat bahwa Boedi Oetomo boleh dikatakan organisasi pertama yang mengandung bibit-bibit politik modern dalam konteks di mana ada dasar pembentukan dalam kungkungan Hindia Belanda. Bahkan sudah ada pengakuan bahwa unsur-unsur politik yang radikal sudah ada dalam Boedi Oetomo. Tidak mungkin ada organisasi lain tanpa adanya Boedi Oetomo terlebih dulu.

Nah lho, bagaimana pendapat Anda sekarang? Pasti bingung! Bagaimanapun perdebatan yang terjadi jangan sampai menjadi dilema yang melembekkan semangat kita sebagai kaum muda terpelajar untuk memajukan bangsa dan negara. Sepertinya kita perlu sedikit mengutip perkataan Dedy Mizwar, “…Bangkit berarti mencuri! Mencuri perhatian dunia dengan prestasi!…”.

Behind The Pentagram

Posted: January 9, 2008 in social
Tags: , , , , ,

Information

Fashion is really become part of teenager’s life. Conscious or not, you of course always update a fashion. This will add your self confidence in social intercourse. That sure, but you must careful with something inside that fashion.

In this text, we focus to Pentagram Symbol. This symbol was not as strange thing for you. You often see that in t-shirt, jacket, necklace, ring or other accessories. This symbol enter through fashion and believed as something new and up to date, therefore this symbol is more put by teenager. But wait, you must careful with this symbol because have mean which more than fashion.

pentagram
picture : this a pentagram symbol, represent a Baphoment and Satan Worship in this Universe

If we learn more far this  pentagram, then we must flash back to Adam Prophet period. In the story, Adam was chased from heaven because devil temptation. Devil also was early cursed and allowanced for chase a man to making trouble in the earth.

Then, what a relation between devil and this pentagram? Must you know that the pentagram symbolize devil worshiper at this universe. Hmmmm, it’s very scary! This symbol represent Baphoment, beautiful devil that worshiper by his followers. Each angle of pentagram represent soul element, water, fire, wind, and soil which directed to sin so that devil can get power to lead the man.

This community of devil worshiper is very against to religion, they escape from laws which attract. Their habit which hedonis, drugs, free sex are their daily activity. A doctrine which they hold is full by element of myth, superstition, mysterious, and magic. They didn’t reluctant to sacrifice a riches, property, or maybe life they self for devil. They believe that devil will give a power and worldly pleasure which never stop.

This doctrine can spread enter social community, particularly teenager with various of medias. For example satanicchurch.com which explain an information about devil that become centre of worship. Except that, exist www.satanic-kindred.org and www.templeofnox.com which explain about devil worship rituals. All of that medias are misleading and lead us to wrong way.

Therefore, now we must more careful with fashion, more to a symbols, because that can symbolize identity of certain community. Appear a fashion is allowed, but still must selective.

Argumentation

In this rain, I awakened for open old pages of biology textbook. In one page, I read explanation about evolution theory. When I read it, I remembered a book of the author Harun Yahya that I was read some years ago. I asked my self, why this textbook still spread this lie theory. I am not a scientist or specialist of science but I have a knowledge and mind to reject this theory.

charles darwin

Charles Robert Darwin is a nature observer from England. In 22 years old he wasn’t learn about biology or other science, he was a Theology student of Cambridge University. In 1859, Charles Darwin spread this book, the title is “The Origin of Species (On the origin of species by means of natural selection)”. From this book then appear a theory, which we know until this time, “Evolution Theory”.  Evolution it self mean continuously of change in a long time. This theory say all of life being grow from one primitive creature by continuously in a long time.As a moslem, I very not agree with this theory. This theory was rejected the fact of creation by Allah SWT, who was create life being with different ancestor. Are you want consider monkey as your ancestor? For thinking people, of course the answer is “not!”.

This theory was rejected by modern research too. The cell a smallest unit which compose the body of life being is proved has very complex system. Very smallest possibility to created without wonderful power of Allah. And possible a reptile evolve become a bird, as the theory say, see the complex system at pair of wings. This showed the evolution theory was only a “imagination” of Charles Darwin. 

evolution theory

Not little impact that appear from this “wrong theory”. Matrealism, the concept that say a matter is a aternal thing, it was supported by evolution theory. As we know that evolution theory reject a wonderful power of Allah in that creature, likewise Matrealism that has atheist concept.As the Matrealism, Racism was supported by evolution theory too. We can see Adolf Hitler with his Nazi, that was killed a million people except his race. He thought his race was very perfect, and other race as a “monkey race” should destroyed from this world. Finally, the world war couldn’t avoid.

Therefore, I am sure that evolution theory is a big lie that become a life poison and bring a disturbance for life. Is this theory will still fixed to stand?

More Source :
www.harunyahya.com
en.wikipedia.org/wiki/Charles_Darwin

Persuasive 

One of them our contribution as educated generation to take a part for nature eternality is use public transportation. Why? By this habit, we can take a part to reduce pollution. It’s mean we participate to save the earth from global warming.

You know about global warming, aren’t? Pollution is cause this disaster and this disaster can make we die, because abnormally increase of temperature. You know from where that cause appear? Industry activities are biggest contributor, and the second is from emission of transportation.

This second cause which will we discuss. Who don’t know transportation? Go to school, office, shopping at mall and other place, always we are helped by it. Conscious or not, this activity was contributed emission for earth disaster. It can more horrible if we prefer use personal transportation (such as motorcycle, car) than public transportation.

my friends using “angkot”
picture: some days ago, i and my friends used “angkot” -one of name of public transportation in indonesia- after done an activity.

Many advantage if we use public service. First, of course we will participate to reducing pollution. Public transportation have more space for many people. If we prefer to use personal transportation, then large amount of pollution produced. Second, not less important than the first, use public transportation will decrease a traffic jam.

Beside use public service, many better way, which we can do in our habit. For example, if distance between school and home is near, then don’t shy for use bicycle, or just walk for shorter distance. Not only save the nature, but also save our health.

Therefore do many little things for nature, because everything we do, it most useful for better world. Don’t forget : “Each one of you is part of this life, this world!”.

 

For other resources, you can visit : Wikipedia:Global Warming /StopGlobalWarming.org /PhotograpicOfClimateChange …..enjoy!