Archive for the ‘movie’ Category

Goal!2

Posted: November 21, 2007 in movie
Tags:

Goal!2

Real Madrid dengan sejumlah pemain bintang yang bertaburan tampaknya sedang redup dan mengalami kekalahan yang telak dari klub lainnya! David Harris, pemain yang ditansfer dari Barcelona menjadi bulan-bulanan pecinta Real Madrid di seluruh dunia! Sejak bergabung dengan El Real, Harris blum menghasilkan gol.

El Real tidak mau terus-terusan dengan semua ini! Percuma untuk terus menyalahkan Harris, sifat kekanak-kanakan yang tidak seharusnya dimiliki oleh klub besar! Real Madrid mulai melirik Santiago Munez, pemain muda berbakat ini telah membawa New Castle United ke puncak gemilangnya! Akhirnya, satu kesepakatan terjadi! Munez ditranfer ke El Real, meskipun kontraknya di New Castle masih 2 tahun lagi. Tampaknya Munez tidak menyianyiakan kesempatan emas ini! Dan Michael Owen yang sebelumnya ditransfer dari Liverpol, harus kembali ke tanah kelahirannya, membela New Castle United.

Santiago Munez dengan nomor punggung 30 disandarkan dengan sahabatnya sewaktu di New Castle, David Haris! Munez memang tak pernah bermain sejak peluit kick of ditiup, dia hanya bermain beberapa menit dan menghasilkan gol. Berbeda dengan pemain yang digantikannya David Harris! Lama kelamaan kecemburuan Harris tumbuh, tidak ada yang bisa dia lakukan kecuali bekerja keras! Munez naik daun!

Pemain bola bak bintang super star di Eropa! Tidak bisa dipisahkan oleh Paparazi, media masa, dan juga gemerlap kemewahan di dalamnya. Konflik cinta antara Munez dan calon istrinya terjadi! Media masa mengekspos dirinya tengah bermesraan dengan wanita lain. Hal ini belum mendapatkan conclusion dalam film ini, dan akan menjadi cerita kehidupannya dalam Goal!3.

Munez cedera! Sejak itu permainan Harris meningkat! Dari mulai gol tunggalnya, kekeringan mulai reda. Sejak itu pula Harris menjadi andalan El Real. Sekarang giliran Munez yang mengalami masa suramnya. Cedera, cinta belum lagi persoalan keluarganya. Sebelumnya konflik dalam keluarganya tidak mendapat penyelesaian dalam Goal! dan sekarang Goal!2 memecahkan persoalan itu dengan mempertemukan Munez bersama Ibu dan saudara iparnya.

Sepertinya film akan segera berakhir ketika El Real maju ke babak final Liga Champion melawan salah raksasa sepak bola eropa, Arsenal. Dua tim besar bertemu dalam laga bersejarah ini. Cedera Munez berangsur pulih, sebelum pertandingan ini digelar. Ditambah lagi Harris yang keluar dari cedera kesialannya. Real Madrid sepertinya memiliki angin segar untuk memenangkan pertandingan.

Pertandingan dimulai! Semua bersorak di awal pertandingan, tetapi tidak di akhir babak pertama. Skor sementara 0-2 untuk Arsenal. Apa yang dilakukan pelatih? Sesuatau yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam startegi bermain Madrid! Santiago Munez dimasukan, tetapi kali ini bukan untuk mengganti Harris. Dia masuk untuk menemani Harris dan teman-teman yang lain berjuang menperoleh kemenangan!

Haris mencetak gol dari umpan panjang Munez! Munez menggetarkan gawang Arsenal dengan tendangan rendahnya! Dan kedudukan 2-2! Semuanya bersorak seperti pada awal pertandingan! Dan sorak sorai Santiago Barnebue ini bertambah keras ketika David Beckham menggetarkan gawang Arsenal dari bola mati di luar kotak penalti dalam waktu tambahan pertandingan! Real Madrid menang!

Kamu akan bertanya dalam hati, atau mungkin berteriak, “Bagaimana cara pembuatan film ini?”. Ya, bagaimana tidak, pemain dalam setiap pertandingan adalah benar-benar pemain bintang sepak bola, sebut saja David Beckham, Zinadine Zidane, Ronaldinho, Iker Cassilas, Roberto Carlos, Thiery Henry, dan lain sebaginya. Bagaimana memadukan antara kesibukan para pemain dengan alur cerita dan tentunya “Mana ada beribu-ribu, bahkan berjuta-juta penonton yang hanya menonton sebuah pertandingan acting!”. Inilah keunikan film ini.

Selamat menonton.

Nagabonar Jadi 2

Posted: October 31, 2007 in movie
Tags:

Sebelumnya film Nagabonar telah dihadapkan di depan publik. Setelah 20 tahun film itu dirilis, Dedy Mizwar mengangkat kembali film tersebut.  Nagabonar Jadi 2, itulah metamorphosis dari film Nagabonar yang dibangkitkan di tengah iklim Indonesia dewasa ini.

Film arahan sutradara Dedy Mizwar sekaligus tokoh utama Nagabonar menyuguhkan sikap nasionalisme, cinta serta hubungan antara ayah dan anak untuk dihadapkan di depan ribuan pasang mata dalam iklim multidimensi saat ini.

Tora Sudiro yang berperan sebagai Bonaga, anak ke lima dan anak satu-satunya yang hidup dari Nagabonar. Pasalnya keempat saudara kandung Bonaga telah meninggal tidak lama setelah dilahirkan. Berbeda dengan saudara kandungnya, Bonaga lahir dengan selamat, tetapi apa boleh buat, semua itu harus dibayar dengan nyawa seorang ibu. Tidak berlebihan apabila Nagabonar menyayangi Bonaga seperti ia menyayangi Kirana, istrinya.

Bertahun-tahun telah berlalu, Nagabonar selalu mengusir kesedihan serta kerinduan dengan Kirana, emaknya, juga Si Bujang – pengikut setianya- yang masih hidup dalam hatinya walau pada kenyataannya jasad mereka telah bersatu dengan tanah di kebun kelapa sawit yang luas.

Nasib Bonaga memang tidak seperih kehidupan ayahnya, ia telah menempuh pendidikan tingginya di luar negeri dan saat ini dia bersama tiga orang teman setianya menjelma menjadi seorang eksekutif muda. Kali ini kita harus mengakui bahwa kehendak Tuhan tak bisa diperkirakan sebelumnya. Inilah saatnya Bonaga menjemput ayahnya untuk terbang ke Jakarta, ruang metropolitan dengan gedung-gedung bertingkat tanpa pohon-pohon kelapa sawit.

Bermain bola adalah kegemarannya walau berada di Jakarta pun bermain bola merupakan tawa dan kegembiraan Nagabonar. Tentu saja ini bukan satu-satunya kegemaran Nagabonar, tokoh sentral dalam film ini –selain Bonaga- juga sangat piawai dalam urusan copet-mencopet, menjadikan sisipan penuh canda tawa dalam film ini.

Bukan tanpa maksud Bonaga menjemput ayahnya untuk pergi ke Jakarta. Selain memperlihatkan kehidupannya di ibu kota, ia menginginkan investasi asing untuk proyek resort-nya berjalan lancar. Lalu apa hubungannya dengan Nagabonar? Jelas ada apabila resort tersebut akan dibangun di atas tanah luas tempat dimana orang-orang istimewa terkubur di dalamnya!

Inilah permulaan konflik antara ayah dan anak. Harapan Bonaga sedikit putus ketika Nagabonar mengatakan tidak. Baginya tanah tersebut adalah Kirana, emak, dan Si Bujang. Tetapi hal ini tidak berarti menyurutkan tekad Bonaga untuk membujuk ayahnya. Ia dibantu oleh tiga teman setianya dalam berbisnis dan seorang teman wanita –tepatnya calon istri-. Sementara Bonaga disibukan dengan hal ini, Nagabonar menghilang!

Mungkin “menghilang” adalah kata yang tepat untuk Bonaga, tetapi “mencari” lebih tepat rasanya untuk Nagabonar sendiri. Mencari suatu sisi lain di balik iklim multidimensi, saat rasa nasionalisme dan patriotisme terpuruk. Dari mulai patung Sang Proklamator kemerdekaan Indonesia, patung Jendral Sudirman yang menurut Nagabonar menghormat kendaraan roda empat yang lalulalang tanpa menghiraukan dirinya, sampai tempat kediaman arwah para pahlawan ia kunjungi. Jiwa nasionalisme dan patriotisme begitu kental dalam hal ini.

Tidak hanya itu konflik yang terjadi dalam film ini. Tora Sudiro harus berhadapan dengan Wulan Guritno, wanita cantik yang tegar, cerdas, berpendirian kuat mirip seperti Bonaga. Ia memang cocok menjadi wanita pilihan Bonaga setelah keduanya “malu malu mau” dalam hal cinta.

Berbagai konflik terjadi dalam fil ini yang semua itu terjawab oleh keputusan Bonaga untuk memilih ayahnya, Nagabonar daripada harta dari proyek resort-nya itu.

Inilah film yang sangat disarankan untuk ditonton dan diambil hikmahnya, dengan nilai nasionalis, patriotis ditengah iklim jahat saat ini serta kejujuran akan cinta dan ikatan batin yang kuat antara ayah dan anak yang dipadu dengan humor-humor pintar menbuat kita tertawa dan kadang-kadang bersedih ataupun muncul rasa haru. Konflik yang beragam di dalamnya menjadikan alur cerita yang menarik namun mudah dipahami menjadikan film ini hidup.*