Archive for the ‘education’ Category

Perjuangan Bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan merupakan perjalanan panjang yang penuh pengorbanan. Sejarah telah mencatat dengan tinta emas berdirinya organisasi kebangsaan Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 merupakan tonggak kebangkitan bangsa Indonesia dalam memperoleh kemerdekaan. Salah satu puncak pergerakan nasional ini adalah diikrarkannya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 yang menjunjung tinggi semangat persatuan. Dengan rasa senasib dan sepenanggungan inilah, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 memberikan adicita perjuangan bangsa yang telah diperjuangkan berabad-abad lamanya.

Gerakan Pramuka pun tidak lepas dari perjuangan bangsa untuk memperoleh kemerdekaan. Terbukti pada masa pergerakan nasional, Boedi Oetomo mendirikan “Nationale Padvinderij”, Syarikat Islam mendirikan “Syarikat Islam Afdeling Padvinderij”, Nationale Islamietishe Padvinderij (NATIPIJ) didirikan oleh Jong Islamieten Bond (JIB) dan Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie (INPO) didirikan oleh Pemuda Indonesia. Begitu pun dengan Peristiwa sumpah pemuda yang menjadikan peran Gerakan Kepanduan pada waktu itu tidak bisa dipandang sebelah mata karena semangat Nasionalismenya yang ikut mendorong akan tercapainya Kemerdekaan Indonesia.

Gerakan Pramuka telah menyimpan dengan cara tersendiri catatan sejarah ini. Perjalanan panjang perjuangan Bangsa Indonesia tersebut menjadi kiasan dasar dalam Gerakan Pramuka. Hal ini dapat kita telusuri dari nama golongan dalam jenjang pendidikannya.

Golongan Siaga merupakan wadah pembinaan bagi anak berusia 7 – 10 tahun, merupakan kiasan dari masa menyiagakan masyarakat dalam menghadapi pemerintah kolonial Belanda untuk merintis kemerdekaan yang ditandai dengan Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908. Siaga juga memiliki maksud bersegera untuk memulai dengan pembangunan yang membutuhkan bantuan kesadaran yang tinggi dan penataan yang baik. Oleh sebab itu, golongan ini memiliki tiga tingkatan yaitu : Siaga Mula, Siaga Bantu, dan Siaga Tata.

Golongan selanjutnya, yaitu Penggalang yang anggotanya anak berusia 11 – 15 tahun, diambil dari masa untuk menggalang persatuan dan kesatuan pemuda yang ditandai dengan Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Tingkatan yang ada pun sejalan dengan sejarah perjuangan bangsa untuk mencari ramuan atau bahan-bahan kemudian dirakit atau disusun dan akhirnya dapat diterapkan dalam pembangunan bangsa dan negara. Itulah sebabnya golongan ini memiliki tiga tingkatan, yaitu : Penggalang Ramu, Penggalang Rakit, dan Penggalang Terap.

Seperti halnya Golongan Siaga dan Penggalang, kelanjutan dari dua golongan tersebut adalah golongan Penegak (beranggotakan remaja berusia 16 – 20 tahun) memiliki kiasan dalam menegakan negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Proklamasi, 17 Agustus 1945. Diperlukannya bantara-bantara atau kader pembangunan yang kuat, baik, terampil dan mermoral yang sanggup melaksanakan pembangunan menjadikan Golongan Penegak ini memiliki dua tingkatan yaitu: Penegak Bantara dan Penegak Laksana.

Pendidikan Gerakan Kepanduan adalah pendidikan yang berkelanjutan, tidak bisa berhenti sampai titik tertentu, seperti halnya perjuangan Bangsa Indonesia yang terus-menerus. Bangsa  Indonesia tidak pernah puas terhadap kemerdekaan yang telah diraih karena esensi dari kemerdekaan itu adalah awal dari perjuangan untuk membangun bangsa. Masa ini disebut masa memandegani atau mengelola pembangunan dan mengisinya yang selanjutnya dikiaskan dalam Golongan Pandega (beranggotakan pemuda berusia 21 – 25 tahun).

Buah dari semua jenjang pendidikan Gerakan Pramuka ini diharapkan dapat melahirkan manusia Indonesia yang dapat membina bangsa dan negara serta dapat menjadi pemimpin yang bisa diandalkan.

Kiasan dasar ini menjadi bukti bahwa Gerakan Pramuka yang lahir dan mengakar di bumi nusantara merupakan bagian terpadu dari gerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia dalam membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, Gerakan Pramuka mempunyai andil yang tidak ternilai dalam sejarah perjuangan bangsa. Jiwa kesatria yang patriotik telah mengantarkan para pandu ke medan juang bahu-membahu dengan para pemuda untuk mewujudkan adicita rakyat Indonesia dalam menegakan dan memandegani Negara Kesatuan Republik Indonesia selama-lamanya.

News Reading

Posted: January 11, 2008 in diary, education
Tags: , ,

10 January 2008 

It was my schedule together my friends at English Language Study Group for discussed at one table, discussed about our task which teacher gave to us. It was three times meeting include today, and in two last meeting we can’t yet realization what we should done. And today, we had determination for finished it all.

Me, Reska, Racmi, Rini and Ivan who came for work, actually we amounts to eight people, three of my friends who not came were Resha, Leni and Jahid, they had other schedule or purposely not I gave information, the purpose : time effectively, heuheu! At 8 o’clock we were assembled in front of Borma Departement Store. Almost of my friends didn’t know where is my Home, therefore we assembled in here. The first came is Ivan, in my experience he always on time if had a meeting. Next is Reska, then Rachmi and the last was Rini, she came at 9 o’clock (we understand, her house is far away from here).

Our focus that time was News Reading, after change from Review, Description and last is Joke. My bed room was modified become a television studio, and we gave it name “CAU News Studio” –because it’s name of our class. I should change a lamp of my room which wasn’t so bright for it, then borrowed handycam and bought DVD for record it.

Fist schedule that we should finished was made a news script. Actually, this schedule should was finished, but what’s to be done, we not finished yet because last meeting at yesterday was very tired. And finally, about 12 o’clock we was finished this script -although just a part, heuheu.

my bed room become a news studio

picture : it’s my bedroom that was modified became a “CAU News Studio”

 Action

Script was finished, and we should be alert for action on camera. Some prepares was we done for got a maximal result, such as make up, costume, property and the most important is a feelings prepare. This was a part that i very like, because in there i could showed my obsession become a news reader.

Actually, in our plan, there was 4 news reader, but the time is up. Finally, only 2 person that action, it was : ME and Rachmi. As a person that more professional about use a camera (ciee…), i gave a guidance to my friends when and how we ought to action. And one, two, three….. action.

Huff, it was a big job that cause became tired, but it was very interesting and gave us more advantage. We could know very difficult action in front of the camera and become actor or actress is very difficult. It was really wonderful experience.

And not we felt, it was 5 o’clock, about 8 hours we work. It was very tired. After this, only finishing touch to edit and add for video. For get a maximal result, really needed a big offering. 

How old are you? Sixteen, seventeen, eighteen, or….! Are you enjoy with your age, with your life? It’s a big question for me and maybe for you too.

Sometimes, I want to be child again. They playing, shout each other, and do something new everywhere, everyday with happily. In their mind, they just think about they self without problem and pressure from anywhere. Their face always look bright with wide laugh that make everyone love them.

this my litle brother, he is cute, everyone love him

picture : this my little brother, he is cute, everyone love him 

When the age increase, a wish is more increase too and when that wish exceeded of capability, so problem is grow. And now the question is, “Who wants a problem?”.

Almost people didn’t wants have a problem. They want all of their wish can real. But a problem is a consequently from what we do. If we wants freedom from a problem, so don’t do anything, don’t go to school, don’t work, don’t eat, don’t drink, and …. Don’t life! Once again a question for us, “Who wants die?”.

Is really difficult option between “get a problem” and “die”, but if we see more careful, “get a problem” is receive a life, and reject it is want to be die. This life not really life without problems. Therefore, don’t be down if you get a problem, because it can help you to better life.

Liburan kali ini, gw bakalan seneng banget, coz gw baklan ngisi liburan ini dengan berbagai kegiatan menarik. So… di liburan kali ini gw punya target. Gw sebut target gw itu dengan “The Eleven Project”. Heuheu,,, keren banget kan? Untuk lebih jelasnya baca yang satu ini :

1. Nulis artikel Pramuka : Environment (klik disini untuk baca artikel jadinya)

Guys akhir-akhir ini gw ngasih perhatian yang lebih untuk alam. Why? Karena alam adalah lingkungan kita tumbuh, alam adalah nyawa kita, alam adalah kita, kita sangat bergantung sama alam ini, guys! Oleh Karena itu, gw bakalan bikin tulisan tentang alam yang gw sangkut pautkan dengan Gerakan Pramuka. So, doain aja biar lancar.

2. Nulis artikel Pramuka : Kiasan Sejarah

You know guys? Gerakan Pramuka (GP) yang loe anggep orang-orangnya yang cupu or dekil-dekil (kecuali gw, heuheu! Salah banget tuch streotipe! Lihat gw dunks) mempunyai adil yang besar terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam GP ada tingkatan-tingkatan, yaitu: Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega. Setiap tingkatan ini mempunyai kiasan sejarah yang berarti bagi perjuangan Bangsa Indonesia. Sebagai contoh: Siaga, merupakan kiasan dari masa bersiaga Bangsa Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan. Penggalang, merupakan masa menggalang / mengumpulkan kekuatan dari Bangsa Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan, dan masih banyak lagi kiasan lainnya. Gw rasa ini menarik banget untuk dijadikan artikel yang bermutu. Oleh karena itu, wait the article OK!

3. Nulis cerpen teenlit

Sejak lama gw pengen banget buat cerpen yang berkarakter remaja. Gw tertarik sama hal ini karena gw remaja, guys! Masa remaja ga kan keulang dua kali. Oleh karena itu gw harus memanfaatkan title “remaja” gw dengan sebaik-baiknya, termasuk ngebuat cerpen ini. And klo bagus, gw bakalan kirim cerpen ini ke tabloid-tabloid.

4. Ngegarap novel

Masih nyambung sama title “remaja” gw. Gw pengen banget bikin novel remaja. Inspirasi novel gw adalah kehidupan gw bersama sahabat-sahabat gw. Kali ini gw bakalan nyari materi bwat novel gw and menyusun inspirasi dan ide gw jadi kesatuan yang utuh dalam novel. Do’ain yaph. Do’ain juga supaya ada penerbit yang mau sponsorin novel gw.

5. Ambil foto CAU Crew untuk booklet

Fotografi emang salah satu hobi gw, gw nyebutnya dengan istilah “just taking a picture”, cos gw belum berani bwat bilang gw seorang fotografer. Saat ini gw bareng temen-temen CAU crew punya project yang menantang : Foto Booklet! Guys, kita ngambil langkah buat ga pake fotografer. Hufff,,, pekerjaan yang sulit, sekaligus tantangan yang gw tunggu-tunggu, gw yakin gw bakalan biasa ngatasi semuanya dengan lancar, of course with you, friends…!

6. Shooting Video CAU Crew

Inspirasi memang datang dari mana aja! Termasuk yang satu ini! Gw pengen mulai ngasah sinematografi gw. Selain tertarik dengan fotografi, gw juga tertarik sama bidang yang satu ini! Inspirasi gw bakalan gw bikin kenyataan dengan project yang satu ini. Semoga ini berhasil yaph…..

7. Jacket CAU Crew

Sebenernya ini project harus dah beres berbulan-bulan yang lalu. But,,, gw ga bisa maksain temen-temen CAU Crew untuk ngelunasin uang jaket ini! Oleh karena itu, gw berniat untuk segera mengusahakan project ini! Sebisa mungkin, setelah kita masuk skul lagi, semuanya dah pake jacket yang keren abiz, amien…..

8. Tugas Praktek B. Inggris

Selain bahasa Indonesia yang dah kebilang sukses, tugas praktek harus gw kerjain lagi. Kale ini datang dari pelajaran bahasa inggris. Saatnya gw memunculkan ide brilian gw. And selama liburan ini, gw bareng sama temen sekelompok gw, kudu bisa bikin plan and action yang keren abiz.

9. Tugas Karya Tulis Bahasa Indonesia

Setelah sukses presentasi (loe bisa baca artikelnya disini), gw bareng sma anggota kelompok gw, harus berjuang untuk bikin karya tulis yang ga kalah hebohnya. Cieee,, maklum presentasi kita emang paling heboh and brilian kale (NARSIS!!). Doakan sukses sajah lah…..?!”£$%

10. Dilantik jadi Bantara

Guys, you know what is Bantara? Bantara adalah tingkatan dalam Gerakan Pramuka untuk usia Penegak! Gw pernah nolak title ini karena satu hal. Gw belum siap menerima tanggung jawab ini. Gw bukan orang yang menganggap jabatan adalah rezeki, tetapi gw anggap itu sebuah kehormatan dan tanggung jawab. Oleh karena itu, liburan kale ini gw kudu bisa se-ideal mungkin menjadi seorang Bantara.

11. Pesta Blogger SMAN 24

Ini ajang yang gw bilang keren banget. Disini gw harus nunjukin kebolehan gw dalam tulis menulis di Internet or Bloging. Gw adalah salah seorang pemula dalam dunia blog ini, dan gw bakalan merayakan permulaan gw dengan menjadi juara di arena ini. Amien…..

Meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan dataran bumi, kita kenal dengan istilah pemanasan global. Kejadian ini disebabkan oleh meningkatnya produksi gas-gas rumah kaca yang dihasilkan dari kegiatan manusia, terutama industri. Sektor ini pada tahun 1990 telah menyumbangkan 55 persen dari keseluruhan gas rumah kaca yang ada di bumi.

Menurut para ilmuan, fenomena ini mengakibatkan pola cuaca yang menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim lagi, permukaan air laut akan bertambah seiring mencairnya es di daerah kutub, serta mengancam sektor pertanian, kesehatan masyarakat dunia, dan keberlangsungan flora dan fauna.

Hal ini telah menyita banyak perhatian masyarakat dunia. Pertemuan di Bali dalam rangka Konferensi Rangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCC) telah menghasilkan kesepakatan politik mengenai pemanasan global ini. Namun sepertinya, langkah tersebut akan menjadi percuma apabila tidak diikuti oleh komitmen yang kuat dan langkah yang nyata.

Jika kita melihat dari perspektif gerakan kepanduan, yang dikenal masyarakat luas sebagai organisasi pendidikan yang dekat dengan alam, yang kegiatan-kegiatannya menyuguhkan pengalaman yang tak tergambarkan. Para pandu akan belajar di alam, bergelut dengan buasnya alam, kemudian menjinakannya bak seorang penakluk, membuat para pandu dan alam adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Bagaimana mungkin para pandu menghianati sahabat dekatnya ini?

starburst, activity at world scout jamboree 2007

 

Tentunya para pandu tidak akan membiarkan alam terobrak-abrik seperti saat ini. Dibawah satu nama Wold Organization of Scout Movement (WOSM) atau Gerakan Kepanduan Dunia, para pandu mengambil langkah nyata terhadap pemanasan global. Gerakan ini menjadikan anak-anak muda, penerus pembangunan dunia sebagai aktor penting dalam mengurangi dampak dari permasalahan global tersebut. Hal ini akan menumbuhkan kesadaran mereka akan tanggung jawabnya terhadap kelestarian alam.

Saat ini, ada 28 juta orang pandu yang tersebar di 158 negara berbeda telah melakukan langkah nyata terhadap alam. Para pandu di Algeria, Filipina, Turki, dan Bolivia telah mengumpulkan banyak sampah dalam rangka membersihkan lingkungan, mengkampanyekan pelestarian alam, serta menanam banyak pohon. Malaysia menggerakan para pandunya untuk menanam 100 ribu pohon, para pandu di Singapura pun ambil bagian dalam membersihkan sungai, begitu pula Pandu Australia yang telah membangun fasilitas publik untuk penghematan air, serta masih banyak lagi yang para pandu lakukan untuk alam. Anda dapat mengunjungi situs resmi Gerakan Kepanduan Dunia di www.scout.org untuk melihat lebih jauh aksi mereka.

Indonesia merupakan Negara dengan jumlah pandu terbanyak tidak tinggal diam melihat laju deforestasi di Indonesia yang begitu tinggi. Setidaknya dalam lima tahun terakhir ini 1,9 juta hektar hutan hancur setiap tahunnya, yang setara dengan luas enam lapangan sepak bola permenitnya.

Melalui Satuan Karya Wanabakti, Gerakan Pramuka ikut dalam usaha pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup, bertindak secara nyata, produktif dan berguna sebagai baktinya terhadap pembangunan masyarakat, bangsa dan negara. Satuan karya ini meliputi empat krida, yaitu : Krida Tata Wana, Krida Reksa Wana, Krida Bina Wana, dan Krida Guna Wana. Masing-masing krida tersebut memiliki peran dan fungsi penting dalam usaha pelestarian alam.

Semua yang telah dilaksanakan oleh para pandu di seluruh dunia merupakan kerja keras dan bentuk pengabdian mereka terhadap pembangunan masyarakat dunia dan keberlangsungan kehidupan yang tidak bisa dipandang sebelah mata dalam usahanya mencagah dampak pemanasan global.

Oleh:

Muhammad Luqman Hasan, Pramuka Calon Penegak Gudep 21007 Ujungberung, Alumni 21st World Scout Jamboree 2007

Selamat Ulang Tahun, Guru**

Posted: December 3, 2007 in education

Belia tahu tidak, tanggal 25 November yang lalu ada momen apa? Pastinya belia tau donk, tapi mungkin juga banyak belia yang bingung planga plenge alias tidak tahu ketika ada pertanyaan seperti ini. Beberapa hari yang lalu kita baru saja melewati momen spesial yaitu Hari Guru!

Kita harus memberi perhatian yang besar donk terhadap hal ini karena tanpa guru, mustahil kita ada! Hiperbolis? Engga juga ah, ini realita lho! Bayangkan kalau sekolah tanpa guru, atau bahkan tidak mungkin ada sekolah kalau fasilitas pengajarnya pun tidak ada, iya ga? Pertanyaannya sekarang, apa kata dunia kalau sekolah tidak ada?

Guru mempunyai tempat khusus di kehidupan kita, kita sungguh berhutang banyak kepada second parent kita ini! Dari mulai anak yang paling “bodoh” sampai manusia sekaliber Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun tidak bisa lepas dari peran guru. Guru mengajarkan masa depan yang gemilang dengan berjuta mimpi yang nyata.

Guru mengajarkan kita dari hal yang tadinya kita tidak bisa menjadi bisa, yang tidak tahu menjadi tahu, dan akhirnya kita bisa melakukan hal yang kreatif serta inovatif. Semua yang dilakukan guru tersebut bukan sekedar melakukan pekerjaan biasa, tetapi juga untuk memenuhi panggilan hati dan melakukan pekerjaan spiritual. Belia bisa lihat ekspresi guru, betapa bahagia dan bangganya ketika melihat anak didiknya menjadi manusia yang berhasil dan begitu pula sebaliknya. Ini membuktikan hubungan belia dan guru bukan hanya sekedar belajar-mengajar, tetapi lebih dari itu, berupa hubungan batin yang mengharapkan kebahagiaan.

Tapi sayangnya peranan serta fungsi guru saat ini sepertinya dilecehkan. Guru menjadi korban birokrasi, budaya tidak sehat dan sistem pendidikan itu sendiri yang menghalangi panggilan guru untuk mempertahankan identitas dan integritasnya. Semua ini jelas menghambat kemajuan pendidikan khususnya dan bangsa pada umumnya.

Berawal dari gaji guru yang kurang sebanding dengan kebutuhan hidup, mencerminkan guru kurang diprioritaskan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ditambah lagi sistem kelulusan untuk belia yang didasarkan pada mata pelajaran yang di-UN-kan. Belajar bertahun-tahun hanya ditentukan valid tidaknya dalam beberapa hari, dimana letak keadilan? Apakah ini bentuk ketidakpercayaan pemerintah terhadap kinerja guru dalam proses belajar mengajar?

Penilaian yang mengabaikan proses dan hanya melihat hasil, menjadi salah satu alasan bobroknya dunia pendidikan saat ini. Pendidikan belum bisa menjadi jalan keluar kemelut sosial yang terjadi di masyarakat. Sebut saja geng motor, belia pasti sering mendengar hal ini, mereka meresahkan bahkan melakukan tindak kriminal. Ditambah lagi masalah drugs. Baik geng motor dan narkoba, merupakan contoh dari lemahnya penilaian aspek afektif dan psikomotor dalam pendidikan.

Begitu besar tantanganmu, guru! Tetaplah semangat dan terus berkarya demi mencerdaskan anak didikmu, demi kemajuan bangsa, dan demi tegaknya negara! Selamat ulang tahun guruku! Pahlawan tanpa tanda jasaku!***

 

**)tulisan nie gw kirim ke Belia (suplemen tambahannya Harian Umum Pikiran Rakyat) moga ditampilin yaph

 

Menanti Sebuah Jawaban

Posted: October 31, 2007 in education
Tags:

Bung Karno pernah megucapkan, “Berilah Aku sepuluh orang dewasa, maka akan Kuubah negeri ini, tapi berilah Aku tiga orang anak muda, maka akan Kuubah dunia”. Bukan tanpa alasan Presiden pertama Republik Indonesia itu berkata demikian. Generasi muda memang memiliki peranan penting bagi bagi kemajuan bangsa dan Negara. Semangat muda yang menuntun mereka untuk mencurahkan tenaga dan pikirannya demi kemajuan bangsa. Hadangan sebesar batu karang tak ubahnya seperti kerikil kecil, rintangan untuk menyebrangi samudera yang liar tak lebih hanya sebatas permainan penuh tantangan. Dalam beberapa tahun lagi, para menteri, jenderal, pejabat-pejabat teras bahkan seorang Susilo Bambang Yudhoyono pun akan digantikan oleh generasi muda yang sedang mempersiapkan diri saat ini. Tetapi di lain hal, tak semudah membalikan telapak tangan untuk membentuk generasi muda sebagai generasi penerus yang bermoral dan berpendidikan tinggi.

Pendidikan………..ya, pendidiakanlah yang merupakan elemen penting untuk generasi muda. Pendidikan yang bermoral, berkualitas serta menarik.

Banyak permasalahan yang dialami bangsa kita, datang bertubi-tubi seperti meteor yang memotong silsilah dinosaurus. Kemiskinan, bencana alam, konflik sosial, terorisme, belum lagi akhir-akhir ini Negeri Jiran menunjukan keegoannya pada kita, serta banyak hal lain yang mengancam keberlangsungan bangsa dan negara. Permasalahan-permasalahan ini belum tentu bisa diselesaikan oleh pemerintah saat ini. Bahkan bisa jadi terus berlanjut, semakin kompleks atau bahkan berkembangbiak. Itu semua nyata merupakan pekerjaan rumah yang dibebankan pada generasi muda saat ini.

Sadarkah pemerintah dengan hal ini? Sanggupkah generasi muda mengibaskan sayapnya, lalu menyapu habis semua problematika nanti? Jawabannya tidak, apabila biaya pendidikan masih mahal! Tidak, apabila gedung-gedung sekolah tak ubahnya gubung di pinggir sawah masih dipertahankan! Tidak, apabila nasib dan kesejahteraan guru tidak dihargai atau bahkan diinjak-injak! Dan tidak, apabila gudang ilmu, jendela ilmu pengetahuan masih tertutup rapat bagi orang yang tak beruang!

Apakah ini jawaban atas pertanyaan, “Mampukan? Bisakan? Sanggupkah? Kami berbakti pada bangsa dan negara?”. Generasi muda sudah sadar dan sewajarnya sadar akan tugas mereka di hari esok. Tetapi orang-orang dewasa, pejabat-pejabat teras yang duduk di kursi goyang, pemimpin-pemimpin rakyat yang suka mengadu domba, wakil-wakil rakyat yang menyita uang rakyat  masih belum sadar akan keterbatasannya sebagai manusia. Sampai kapanpun generasi muda akan bertanya, dan pertanyaan itu terus terualang dalam pikirannya, menghantui dan berbisik, “ Mampukah? Bisakah? Sanggupkah?……!”