Diam

Posted: May 18, 2008 in diary
Tags:

Yang kurasakan sekarang adalah rumah ini seperti neraka! Aku ingin pergi dari penjara ini, berkelana sendiri, hidup sendiri! Aku seperti anak yatim piatu yang ingin mengejar cita-cita. Aku ingin terbebas dari himpitan batu yang terus menerus menerjang. Ingin ku manfaatkan celah antara batu-batu itu untuk menemukan setitik kilapan biasan sinar.Aku ingin keluar! Ingin kurasakan asam garam dengan kepuasan yang tak terkira. Ingin ku melangkah di jalan penuh kerikil agar kuambil perihnya dan kucerna pelajarannya. Ingin aku melangkah ke jurang yang tak pernah ku tahu sebelumnya dan memulai dari titik nol!

Aku tahu, aku begitu egois hingga memikirkan diriku sendiri! Tapi sepertinya ini adalah jalan yang terbaik agar jiwa raga ini puas ditumpahi hujan perjuangan untuk menemukan diriku yang sebenarnya.

Apa yang kamu rasakan bila sesuatu ingin kita persembahkan kepada orang yang sangat kita cintai dilecehkan begitu saja oleh orang itu. Mungkin selama ini, itulah caraku menyimpan cita-cita yang tak mereka duga sebelumnya.

Aku bukan orang yang pandai menggambarkan impian menjadi tindakan, tapi mungkin akulah yang terpandai menyembunyikan impian dari tindakan!

Kini aku hanya terhimpit oleh batu lemparan mereka, tanpa bisa aku berkata sedikitpun tentang impian itu. Diam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s