“Peraturan ada untuk dilanggar!”

Posted: December 23, 2007 in social
Tags: , , , , , ,

Saya sering membaca ataupun mendengar suatu kalimat yang berbunyi, “Peraturan ada untuk dilanggar!”. Hal itu terdengar menggelikan sekaligus membuat saya terheran-heran,. Apa sebenarnya maksud kalimat tadi?

Saya bertanya-tanya terhadap kalimat tersebut. Membacanya berulang kali hingga kulit antara dua alis ini mengkerut. Sampai saya menangkap ide yang melintas tepat di hadapan saya. Dan dengan cepat saya menangkap ide itu, dan merangkaikannya. Akhirnya saya membagi permasalahan ini dari dua sudut pandang.

Pertama adalah sudut pandang positif. Kalimat “Peraturan ada untuk dilanggar!” menggambarkan sifat dari sesuatu yang sudah lama kita kenal dengan “aturan”. Dalam hal ini, aturan digambarkan sebagai sesuatu yang memaksa, dan membatasi hak setiap individu. Kata “memaksa” ini adalah salah satu kata yang paling dibenci setiap manusia. Mereka ingin hidup tanda tekanan, mereka ingin berkreasi, berimajinasi sampai mencapai batas kepuasan, walapun kepuasan ini tidak pernah ada dalam diri manusia.

Watak yang tak pernah puas ini yang membuat manusia untuk melanggar peraturan sebagaimana kalimat yang kita bahas ini. Watak tersebut jika disalurkan pada hal-hal yang positif, itu sangat baik, tapi jika pada hal yang negatif? Sayangnya lagi, “positif” dan “negatif” disini mengandung pemahaman yang semu dari setiap orang. Untuk itulah, jika dimaknai secara mendalam kalimat “Peraturan ada untuk dilanggar!” mengantarkan kita pada sifat dari aturan itu sendiri yang amat penting bagi kehidupan bermasyarakat.

Kedua, dari sudut pandang yang bertolak belakang. Kalimat tersebut dapat memberikan sugesti bahwa kita mesti melanggar aturan. Nyata hal ini seolah melegalkan kita untuk melanggar aturan. Lebih mudah dimengerti  daripada perspektif pertama tadi, bukan?

Hal itu tidak menjadikan kehidupan yang sadar hukum, melainkan kehidupan yang tanpa batas dengan mengatasnamakan “kebebasan” dan mengantarkan pada kekacauan sosial. Oleh karena itu salin kembali kalimat tersebut dengan, “Peraturan ada untuk ditaati!”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s