Selamat Ulang Tahun, Guru**

Posted: December 3, 2007 in education

Belia tahu tidak, tanggal 25 November yang lalu ada momen apa? Pastinya belia tau donk, tapi mungkin juga banyak belia yang bingung planga plenge alias tidak tahu ketika ada pertanyaan seperti ini. Beberapa hari yang lalu kita baru saja melewati momen spesial yaitu Hari Guru!

Kita harus memberi perhatian yang besar donk terhadap hal ini karena tanpa guru, mustahil kita ada! Hiperbolis? Engga juga ah, ini realita lho! Bayangkan kalau sekolah tanpa guru, atau bahkan tidak mungkin ada sekolah kalau fasilitas pengajarnya pun tidak ada, iya ga? Pertanyaannya sekarang, apa kata dunia kalau sekolah tidak ada?

Guru mempunyai tempat khusus di kehidupan kita, kita sungguh berhutang banyak kepada second parent kita ini! Dari mulai anak yang paling “bodoh” sampai manusia sekaliber Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun tidak bisa lepas dari peran guru. Guru mengajarkan masa depan yang gemilang dengan berjuta mimpi yang nyata.

Guru mengajarkan kita dari hal yang tadinya kita tidak bisa menjadi bisa, yang tidak tahu menjadi tahu, dan akhirnya kita bisa melakukan hal yang kreatif serta inovatif. Semua yang dilakukan guru tersebut bukan sekedar melakukan pekerjaan biasa, tetapi juga untuk memenuhi panggilan hati dan melakukan pekerjaan spiritual. Belia bisa lihat ekspresi guru, betapa bahagia dan bangganya ketika melihat anak didiknya menjadi manusia yang berhasil dan begitu pula sebaliknya. Ini membuktikan hubungan belia dan guru bukan hanya sekedar belajar-mengajar, tetapi lebih dari itu, berupa hubungan batin yang mengharapkan kebahagiaan.

Tapi sayangnya peranan serta fungsi guru saat ini sepertinya dilecehkan. Guru menjadi korban birokrasi, budaya tidak sehat dan sistem pendidikan itu sendiri yang menghalangi panggilan guru untuk mempertahankan identitas dan integritasnya. Semua ini jelas menghambat kemajuan pendidikan khususnya dan bangsa pada umumnya.

Berawal dari gaji guru yang kurang sebanding dengan kebutuhan hidup, mencerminkan guru kurang diprioritaskan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ditambah lagi sistem kelulusan untuk belia yang didasarkan pada mata pelajaran yang di-UN-kan. Belajar bertahun-tahun hanya ditentukan valid tidaknya dalam beberapa hari, dimana letak keadilan? Apakah ini bentuk ketidakpercayaan pemerintah terhadap kinerja guru dalam proses belajar mengajar?

Penilaian yang mengabaikan proses dan hanya melihat hasil, menjadi salah satu alasan bobroknya dunia pendidikan saat ini. Pendidikan belum bisa menjadi jalan keluar kemelut sosial yang terjadi di masyarakat. Sebut saja geng motor, belia pasti sering mendengar hal ini, mereka meresahkan bahkan melakukan tindak kriminal. Ditambah lagi masalah drugs. Baik geng motor dan narkoba, merupakan contoh dari lemahnya penilaian aspek afektif dan psikomotor dalam pendidikan.

Begitu besar tantanganmu, guru! Tetaplah semangat dan terus berkarya demi mencerdaskan anak didikmu, demi kemajuan bangsa, dan demi tegaknya negara! Selamat ulang tahun guruku! Pahlawan tanpa tanda jasaku!***

 

**)tulisan nie gw kirim ke Belia (suplemen tambahannya Harian Umum Pikiran Rakyat) moga ditampilin yaph

 

Comments
  1. everythingisposible says:

    shitttt
    ini kali kedua tulisan gw kga ditampilin
    parahnya lagi dengan judul yang sama
    heuheu
    mungkin ini bisa motivasi gw bwat bikin tulisan yang lebih keren

  2. mey2 says:

    yyupz….mey setuju ma ‘nan…
    tanpa guru, qta ga mungqin bisa jadi kayak sekarang…guru adalah orang yang paling berjasa dalam memajukan pendidikan…
    pokoknya…thanks banget bwat semua guru yang dah bersedia dengan sabar mengajarkan qta…
    maafkan kami, karena kami terlalu banyak berbuat salah kepada guru…
    semangat ya bwat guru-guru…jangan capek ngajarun qta…

  3. bi3la says:

    yap ane mah setuju” azha ama yang nte ke’mukakan….hehehehe🙂

    coz tanpa guru qta ga kan kayak s’karang…tul gak???

    ahhh… pokonya mah happy b’dayz yah bwt guru”…..

  4. KaNG says:

    Gw g setuju ma kamu coz guru udah banyak diperhatiin oleh pemerintah, kamu mesti banyak cari tao ttg perhatian pemerintah thd guru saat nie! jgn tetap apriori thd perhatian pemerintah ntk guru, kalo masih banyak menuntut berarti dah g ikhlas lagi…… masih banyak pejuang-pejuang laen yg bukan guru di negeri tapi belum tersentuh perhatian pemerintah.

    Tulisan kamu sudah cukup baek, mungkin kesempatan saja yang belum berpihak! Sabar, terus berlatih dan tidak patah semangat!!!

  5. KaNG says:

    Kayaknya ketelatan Man! harusnya kalo mo nulis moment harus hari2 sebelumnya jadi bs on time……….. Kondisi demikian yang kamu paparkan itulah yang harus kamu perbaiki, sekarang ataupun di masa depan!!

    Mungkin ia jg yah, aspek afektif dan psikomotorik lebih dikesampingkan daripada aspek kognitif sehingga guru di sekolah lebih mementingkan knowledga daripada character. Kamu anak muda peduli atas semua itu, peduli atas moral bangsa ini???????????berbuat, dimana kamu bs berbuat!!!!

  6. rizal says:

    setuju man!
    jasa guru ga sbanding dgn upah yg mereka dapet..
    tp yg penting mah pahalanya..
    pasti gde klo jadi guru..
    trus bakalan slalu diinget ama muridnya,,trutama guru yg galak,,hehe..

    met ultah aja bwt para guru..

    n keep writing yuph…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s