Nagabonar Jadi 2

Posted: October 31, 2007 in movie
Tags:

Sebelumnya film Nagabonar telah dihadapkan di depan publik. Setelah 20 tahun film itu dirilis, Dedy Mizwar mengangkat kembali film tersebut.  Nagabonar Jadi 2, itulah metamorphosis dari film Nagabonar yang dibangkitkan di tengah iklim Indonesia dewasa ini.

Film arahan sutradara Dedy Mizwar sekaligus tokoh utama Nagabonar menyuguhkan sikap nasionalisme, cinta serta hubungan antara ayah dan anak untuk dihadapkan di depan ribuan pasang mata dalam iklim multidimensi saat ini.

Tora Sudiro yang berperan sebagai Bonaga, anak ke lima dan anak satu-satunya yang hidup dari Nagabonar. Pasalnya keempat saudara kandung Bonaga telah meninggal tidak lama setelah dilahirkan. Berbeda dengan saudara kandungnya, Bonaga lahir dengan selamat, tetapi apa boleh buat, semua itu harus dibayar dengan nyawa seorang ibu. Tidak berlebihan apabila Nagabonar menyayangi Bonaga seperti ia menyayangi Kirana, istrinya.

Bertahun-tahun telah berlalu, Nagabonar selalu mengusir kesedihan serta kerinduan dengan Kirana, emaknya, juga Si Bujang – pengikut setianya- yang masih hidup dalam hatinya walau pada kenyataannya jasad mereka telah bersatu dengan tanah di kebun kelapa sawit yang luas.

Nasib Bonaga memang tidak seperih kehidupan ayahnya, ia telah menempuh pendidikan tingginya di luar negeri dan saat ini dia bersama tiga orang teman setianya menjelma menjadi seorang eksekutif muda. Kali ini kita harus mengakui bahwa kehendak Tuhan tak bisa diperkirakan sebelumnya. Inilah saatnya Bonaga menjemput ayahnya untuk terbang ke Jakarta, ruang metropolitan dengan gedung-gedung bertingkat tanpa pohon-pohon kelapa sawit.

Bermain bola adalah kegemarannya walau berada di Jakarta pun bermain bola merupakan tawa dan kegembiraan Nagabonar. Tentu saja ini bukan satu-satunya kegemaran Nagabonar, tokoh sentral dalam film ini –selain Bonaga- juga sangat piawai dalam urusan copet-mencopet, menjadikan sisipan penuh canda tawa dalam film ini.

Bukan tanpa maksud Bonaga menjemput ayahnya untuk pergi ke Jakarta. Selain memperlihatkan kehidupannya di ibu kota, ia menginginkan investasi asing untuk proyek resort-nya berjalan lancar. Lalu apa hubungannya dengan Nagabonar? Jelas ada apabila resort tersebut akan dibangun di atas tanah luas tempat dimana orang-orang istimewa terkubur di dalamnya!

Inilah permulaan konflik antara ayah dan anak. Harapan Bonaga sedikit putus ketika Nagabonar mengatakan tidak. Baginya tanah tersebut adalah Kirana, emak, dan Si Bujang. Tetapi hal ini tidak berarti menyurutkan tekad Bonaga untuk membujuk ayahnya. Ia dibantu oleh tiga teman setianya dalam berbisnis dan seorang teman wanita –tepatnya calon istri-. Sementara Bonaga disibukan dengan hal ini, Nagabonar menghilang!

Mungkin “menghilang” adalah kata yang tepat untuk Bonaga, tetapi “mencari” lebih tepat rasanya untuk Nagabonar sendiri. Mencari suatu sisi lain di balik iklim multidimensi, saat rasa nasionalisme dan patriotisme terpuruk. Dari mulai patung Sang Proklamator kemerdekaan Indonesia, patung Jendral Sudirman yang menurut Nagabonar menghormat kendaraan roda empat yang lalulalang tanpa menghiraukan dirinya, sampai tempat kediaman arwah para pahlawan ia kunjungi. Jiwa nasionalisme dan patriotisme begitu kental dalam hal ini.

Tidak hanya itu konflik yang terjadi dalam film ini. Tora Sudiro harus berhadapan dengan Wulan Guritno, wanita cantik yang tegar, cerdas, berpendirian kuat mirip seperti Bonaga. Ia memang cocok menjadi wanita pilihan Bonaga setelah keduanya “malu malu mau” dalam hal cinta.

Berbagai konflik terjadi dalam fil ini yang semua itu terjawab oleh keputusan Bonaga untuk memilih ayahnya, Nagabonar daripada harta dari proyek resort-nya itu.

Inilah film yang sangat disarankan untuk ditonton dan diambil hikmahnya, dengan nilai nasionalis, patriotis ditengah iklim jahat saat ini serta kejujuran akan cinta dan ikatan batin yang kuat antara ayah dan anak yang dipadu dengan humor-humor pintar menbuat kita tertawa dan kadang-kadang bersedih ataupun muncul rasa haru. Konflik yang beragam di dalamnya menjadikan alur cerita yang menarik namun mudah dipahami menjadikan film ini hidup.*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s