Menanti Sebuah Jawaban

Posted: October 31, 2007 in education
Tags:

Bung Karno pernah megucapkan, “Berilah Aku sepuluh orang dewasa, maka akan Kuubah negeri ini, tapi berilah Aku tiga orang anak muda, maka akan Kuubah dunia”. Bukan tanpa alasan Presiden pertama Republik Indonesia itu berkata demikian. Generasi muda memang memiliki peranan penting bagi bagi kemajuan bangsa dan Negara. Semangat muda yang menuntun mereka untuk mencurahkan tenaga dan pikirannya demi kemajuan bangsa. Hadangan sebesar batu karang tak ubahnya seperti kerikil kecil, rintangan untuk menyebrangi samudera yang liar tak lebih hanya sebatas permainan penuh tantangan. Dalam beberapa tahun lagi, para menteri, jenderal, pejabat-pejabat teras bahkan seorang Susilo Bambang Yudhoyono pun akan digantikan oleh generasi muda yang sedang mempersiapkan diri saat ini. Tetapi di lain hal, tak semudah membalikan telapak tangan untuk membentuk generasi muda sebagai generasi penerus yang bermoral dan berpendidikan tinggi.

Pendidikan………..ya, pendidiakanlah yang merupakan elemen penting untuk generasi muda. Pendidikan yang bermoral, berkualitas serta menarik.

Banyak permasalahan yang dialami bangsa kita, datang bertubi-tubi seperti meteor yang memotong silsilah dinosaurus. Kemiskinan, bencana alam, konflik sosial, terorisme, belum lagi akhir-akhir ini Negeri Jiran menunjukan keegoannya pada kita, serta banyak hal lain yang mengancam keberlangsungan bangsa dan negara. Permasalahan-permasalahan ini belum tentu bisa diselesaikan oleh pemerintah saat ini. Bahkan bisa jadi terus berlanjut, semakin kompleks atau bahkan berkembangbiak. Itu semua nyata merupakan pekerjaan rumah yang dibebankan pada generasi muda saat ini.

Sadarkah pemerintah dengan hal ini? Sanggupkah generasi muda mengibaskan sayapnya, lalu menyapu habis semua problematika nanti? Jawabannya tidak, apabila biaya pendidikan masih mahal! Tidak, apabila gedung-gedung sekolah tak ubahnya gubung di pinggir sawah masih dipertahankan! Tidak, apabila nasib dan kesejahteraan guru tidak dihargai atau bahkan diinjak-injak! Dan tidak, apabila gudang ilmu, jendela ilmu pengetahuan masih tertutup rapat bagi orang yang tak beruang!

Apakah ini jawaban atas pertanyaan, “Mampukan? Bisakan? Sanggupkah? Kami berbakti pada bangsa dan negara?”. Generasi muda sudah sadar dan sewajarnya sadar akan tugas mereka di hari esok. Tetapi orang-orang dewasa, pejabat-pejabat teras yang duduk di kursi goyang, pemimpin-pemimpin rakyat yang suka mengadu domba, wakil-wakil rakyat yang menyita uang rakyat  masih belum sadar akan keterbatasannya sebagai manusia. Sampai kapanpun generasi muda akan bertanya, dan pertanyaan itu terus terualang dalam pikirannya, menghantui dan berbisik, “ Mampukah? Bisakah? Sanggupkah?……!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s