Macet!!!

Posted: October 31, 2007 in social
Tags:

Rasanya setiap orang akan merasa kesal, jengkel, dan lelah bila menghadapi kemacetan. Semuanya akan jauh dari apa yang diharapkan begitu mengalami hal semacam ini.

Kemacetan sepertinya sudah menjadi prasyarat sebuah kota besar di Indonesia. Di setiap sudut jalan pasti kita sering banget menemukan fenomena sosial semacam ini. Entah itu di pusat perbelanjaan, terminal, persimpangan jalan, atau di depan sekolah kita sendiri. Masalah ini benar-benar mengganggu aktifitas kita.

Jumlah kendaraan yang ga sebanding dengan kapasitas tampung jalan, belum lagi luas jalan yang dipersempit oleh pedagang kaki lima, dan kurang dipatuhinya rambu-rambu lalu lintas, itu semua mempunyai sumbangan berharga untuk kemacetan lalulintas. Masalah seperti ini bakalan menjadi lebih ruwet lagi kalau dibiarkan.

Jalan terbaik untuk masalah ini adalah transportasi umum yang layak, nyaman, dan pastinya murah sesuai dengan kocek kita. Bukan angkutan yang seperti oven dengan penumpang yang berdesak-desakan, ditambah lagi sering ngetem. Belum puas dengan semua derita di dalamnya, lingkungan dan masyarakat lain pun terkena imbasnya oleh gas karbon monoksida yang mengikat oksigen yang akan kita hirup, mencekik kita, serta mengotori pembuluh darah. Dengan semua keadaan ini , masyarakat termasuk kita lebih memilih kendaraan pribadi yang jelas-jelas lebih baik dari itu.

Kalau kita lihat ke negara lain, fasilitas umum sangat diperhatikan apalagi untuk anak sekolah seperti kita. Singapura contohnya, negara kecil yang berkekuatan besar ini transportasi umumnya keren banget, nyaman dan membuat enjoy masyarakatnya. Itu sebabnya, jarang kendaraan pribadi yang nyelonong di jalanan. Hal ini bakalan lebih jauh lagi kalau kita lihat negara-negara maju, seperti Inggris yang membuat persyaratan yang berat banget untuk kendaraan pribadi, apalagi motor! Kenapa motor? Apa kita belum cukup puas melihat kendaraan roda dua ini mengacaukan jalanan.

Entah hambatan apa yang mengganjal pemerintah untuk mengatasi masalah ini! Mereka seharusnya lebih menghargai kita, tunas bangsa yang akan mengisi vacuum of power (kekosongan kekuasaan) nanti. Yang terpenting adalah menegakan hukum yang sudah ada serta benahi fasilitas!

Dan untuk kita, alangkah lebih baiknya kalau kita memakai angkot, bus, atau angkutan umum lain untuk pergi ke sekolah, mal, pasar, daripada motor atau mobil yang jelas-jelas menandakan keikutsertaan kita memacetkan jalanan. “Mulai dari diri sendiri!”, kata Aa Gym. Don’t say give up to change the condition!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s