Diam

Yang kurasakan sekarang adalah rumah ini seperti neraka! Aku ingin pergi dari penjara ini, berkelana sendiri, hidup sendiri! Aku seperti anak yatim piatu yang ingin mengejar cita-cita. Aku ingin terbebas dari himpitan batu yang terus menerus menerjang. Ingin ku manfaatkan celah antara batu-batu itu untuk menemukan setitik kilapan biasan sinar.Aku ingin keluar! Ingin kurasakan asam garam dengan kepuasan yang tak terkira. Ingin ku melangkah di jalan penuh kerikil agar kuambil perihnya dan kucerna pelajarannya. Ingin aku melangkah ke jurang yang tak pernah ku tahu sebelumnya dan memulai dari titik nol!

Aku tahu, aku begitu egois hingga memikirkan diriku sendiri! Tapi sepertinya ini adalah jalan yang terbaik agar jiwa raga ini puas ditumpahi hujan perjuangan untuk menemukan diriku yang sebenarnya.

Apa yang kamu rasakan bila sesuatu ingin kita persembahkan kepada orang yang sangat kita cintai dilecehkan begitu saja oleh orang itu. Mungkin selama ini, itulah caraku menyimpan cita-cita yang tak mereka duga sebelumnya.

Aku bukan orang yang pandai menggambarkan impian menjadi tindakan, tapi mungkin akulah yang terpandai menyembunyikan impian dari tindakan!

Kini aku hanya terhimpit oleh batu lemparan mereka, tanpa bisa aku berkata sedikitpun tentang impian itu. Diam…

Leave a Reply